Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh risiko kredit, risiko likuiditas, dan
risiko operasional terhadap financial distress, serta efek moderasi kemampuan
inovasi innovation ability dalam hubungan antarvariabel tersebut. Populasi
penelitian ini adalah perusahaan bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2017?2022. Sampel penelitian ini diperoleh melalui metode purposive
sampling. Terdapat 272 observasi yang diolah dalam penelitian ini. Teknik analisis
data yang digunakan adalah PLS-SEM menggunakan software WarpPLS versi 8.0.
Penelitian ini menunjukkan bahwa risiko kredit yang diukur dengan nonperforming loans berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress, risiko
likuiditas yang diukur dengan loan-to-deposit ratio tidak berpengaruh terhadap
financial distress, dan risiko operasional yang diukur dengan basic indicator
approach berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress. Lebih lanjut,
innovation ability memperlemah pengaruh risiko kredit dan risiko operasional
terhadap financial distress. Namun, innovation ability tidak mampu memoderasi
pengaruh risiko likuiditas terhadap financial distress. Secara teoretis, penelitian ini
memberikan kebaruan melalui adanya variabel innovation ability. Secara praktis,
hasil penelitian ini berguna bagi manajer bank untuk meningkatkan innovation
ability dalam menurunkan risiko pada perbankan yang dapat menyebabkan bank
mengalami financial distress.