Abstract :
Perkembangan Kota Semarang menyebabkan konsekuensi diantaranya berkurangnya lahan
terbuka hijau yang salah satunya adalah hutan kota. Beralihnya fungsi lahan hutan kota
menyebabkan ancaman penurunan kualitas lingkungan. Ketika penambahan luas hutan
kota sulit untuk direalisasikan maka upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan
pengelolaan hutan kota. Peningkatan pengelolaan hutan kota dapat dilakukan dengan
implementasi pengelolaan cerdas hutan kota dimana konsep ini mengintegrasikan tata
kelola institusi, teknologi dan peran masyarakat. Permasalahan pengelolaan hutan kota di
Kota Semarang diantaranya adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang
masih rendah serta tata kelola yang belum jelas.