DETAIL DOCUMENT
PERBANDINGAN BRANDING ANIES BASWEDAN, PRABOWO SUBIANTO, DAN GANJAR PRANOWO DI INSTAGRAM PADA MASA KAMPANYE PILPRES 2024
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Puti, Tifa Riyantika
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2025-02-20 06:42:25 
Abstract :
Penelitian ini mengkaji tentang penggunaan media sosial Instagram sebagai sarana komunikasi yang dimanfaatkan oleh para calon Presiden pada Pemilihan Presiden tahun 2024 untuk berkampanye dan berinteraksi dengan masyarakat atau para followers dengan cara membangun citra dan political branding positif. Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo memanfaatkan Instagram untuk membagikan foto dan video terkait segala kegiatan, informasi, hingga visi dan misi selama masa kampanye pada Pilpres 2024 dengan cara dan pola nya masing-masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi digital, yaitu pengumpulan data melalui analisis konten postingan Instagram selama masa kampanye dari tanggal 23 November 2023 hingga tanggal 10 Februari 2024. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan temuan, yaitu calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menggunakan branding religius dan intelektual untuk membangun citra politik nya di Instagram, serta terbilang aktif dan interaktif dalam melakukan interaksi dengan para followers nya. Di sisi lain, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menggunakan branding nasionalis dan branding elitis yang dibuktikan dengan banyaknya unggahan yang menunjukkan kedekatannya dengan para petinggi politik, baik di Indonesia, maupun dari berbagai negara tetangga, namun dari segi komunikasi dan interaksi, Prabowo sama sekali tidak pernah terlihat berinteraksi dengan para followers secara langsung, dan yang terakhir, calon presiden dengan nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menggunakan branding merakyat sebagai penguat citra yang melekat pada dirinya yang digadang-gadang sebagai ?Presiden Rakyat? atau ?Presiden Wong Cilik?, namun dalam segi interaksi dan komunikasi dengan followers-nya di Instagram, Ganjar termasuk dalam kategori capres yang tidak terlalu interaktif, karena hanya terlihat berinteraksi dengan para pendukung yang berasal dari kalangan selebriti. Kata Kunci: Instagram, Pemilihan Presiden 2024, Political Branding, Komunikasi Politik 05 Pemerintahan 2025 
Institution Info

Universitas Diponegoro