Abstract :
Perempuan memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja lebih rendah dibandingkan laki-laki yakni 55,41% sedangkan laki-laki 84,02%. Perempuan juga mengalami diskriminasi mengenai upah kerja, yakni hanya Rp16.779/jam sedangkan laki-laki Rp20.125/jam. Upaya dalam mengatasi fenomena ketimpangan gender dan diskriminasi perempuan dalam dunia kerja ini adalah dengan menguatkan potensi mereka di sektor publik, salah satunya meningkatkan partisipasi dan potensi mereka di sektor pertanian melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Di Desa Lerep, terdapat sebuah Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mewadahi kegiatan pemberdayaan perempuan di Desa Lerep tersebut, yaitu KWT Sumber Hasil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa mengenai pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh KWT Sumber Hasil sesuai dengan tiga fungsi pokok KWT, yakni sebagai wahana belajar; wahana kerja sama; dan unit produksi, proses pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh KWT Sumber Hasil dan pemberdayaan perempuan melalui KWT Sumber Hasil. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis penelitian menggunakan triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa KWT Sumber Hasil telah menjalankan pemberdayaan perempuan dengan mengedepankan tiga fungsi pokoknya sebagai wahana belajar, waha kerja sama, dan unit produksi. Namun, dalam fungsi kerja sama KWT Sumber Hasil ditemukan hambatan pola kerja sama eksternal yang masih dalam lingkungan Desa Lerep. Kemudian, dalam proses pemberdayaan menunjukkan tahap penyadaran yang belum optimal dilakukan dalam rekrutmen anggota dan adanya ancaman sumber daya manusia dalam pemberdayaan perempuan melalui KWT Sumber Hasil. Melalui kegiatan yang dilakukan KWT Sumber Hasil mampu untuk membantu mendukung pendapatan rumah tangga anggota kelompok sampai Rp350.000,- dalam sekali produksi.
Keterbatasan dalam mengakses data yang lebih rinci dan waktu dalam mengumpulkan data primer menyebabkan penelitian ini analisis penelitian ini masih bersifat general dan belum menyentuh aspek-aspek yang lebih mendalam atau spesifik terkait kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh KWT Sumber Hasil. Sedangkan rekomendasi untuk KWT Sumber Hasil sendiri agar memperluas jaringan kerja sama eksternal dan mengoptimalkan tahap penyadaran dalam rekrutmen anggota untuk mencegah adanya stagnasi kinerja organisasi akibat ancaman sumber daya manusia dalam kelompok.
Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Kelompok Wanita Tani (KWT)
07 Pemerintahan 2025