Abstract :
Sampah merupakan permasalahan kompleks yang menjadi tantangan di berbagai
wilayah di Indonesia, termasuk Kota Bekasi. Sebagai Kota dengan populasi yang
terus meningkat yang berdampak pada kenaikan sampah. Pada 2022, Kota Bekasi
menjadi kota dengan timbulan sampah terbesar dari 7 Kota di Jawa Barat, mencapai
668.179 ton/tahun. Penanganan sampah di Kota Bekasi memerlukan manajemen
yang baik oleh Dinas Lingkungan Hidup sebagai pihak berwenang dalam urusan
lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penanganan
sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi serta menjelaskan hambatan
dalam penerapan SNI 3242:2008 dalam penanganan sampah. Penelitian ini
menggunakan teori manajemen menurut George R Terry terdiri dari planning,
organizing, actuating, dan controlling. Penelitian ini menggunakan deskriptif
kualitatif dan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil Penelitian menunjukan DLH Kota Bekasi telah menerapkan manajemen
penanganan sampah sesuai teori George R. Terry, namun masih belum optimal.
Planning telah mencakup program seperti BSU, TPS3R, serta rencana PLTSa dan
RDF. Organizing menunjukkan pembagian tugas yang lebih jelas. Namun,
actuating masih menghadapi kendala, belum meratanya sosialisasi yang dilakukan,
ketidaksesuaian peralatan di TPS3R, serta belum meratanya pelatihan. Controlling
juga lemah akibat kurangnya monitoring dan evaluasi. Hambatan dalam penerapan
SNI 3242:2008 meliputi lemahnya penegakan hukum, belum optimalnya teknik
operasional, keterbatasan pendanaan, dan rendahnya partisipasi masyarakat. DLH
Kota Bekasi disarankan untuk percepatan pembangunan PLTSa, melibatkan sektor
swasta melalui CSR, optimalisasi pemantauan kegiatan Bank Sampah dan TPS 3R
melalui Linktree, pelatihan penanganan sampah melalui lokal karya, inspeksi
kendaraan sampah, dan edukasi pemilahan sampah melalui kelompok kerja
RT/RW.
Kata kunci : penanganan, penanganan sampah, sampah
14 Administrasi Publik 2025