Institusion
Universitas Diponegoro
Author
UTAMININGTYAS, GHINA SONIA
Dewi, I Gusti Ayu Gangga Santi
Ardani, Mira Novana
Subject
Law
Datestamp
2025-03-12 04:20:37
Abstract :
Peranan vital tanah tidak terlepas dalam eksistensi manusia, dimana peningkatan kebutuhan manusia terhadap tanah telah mendorong beberapa pihak yang memiliki itikad tidak baik untuk dapat mengupayakan segala cara guna memperoleh tanah. Hal ini menimbulkan terjadinya sengketa tanah, salah satunya yaitu tumpang tindih (overlapping) sertipikat tanah, yakni adanya 2 (dua) sertipikat berbeda pada 1 (satu) bidang tanah yang sama.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya sengketa tumpang tindih sertipikat tanah hak milik di Kelurahan Pedurungan Tengah serta mengetahui bagaimana peran dari Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam menyelesaikan sengketa tumpang tindih tanah hak milik di Kelurahan Pedurungan Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris untuk mengkaji sengketa tumpang tindih sertipikat di Kelurahan Pedurungan Tengah. Pendekatan yang digunakan meliputi perundang-undangan, konsep, dan analisis. Data primer, sekunder, dan tersier dikumpulkan melalui wawancara, studi pustaka, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan spesifikasi deskripsi analitis.
Hasil dari penelitian menyatakan terjadinya sengketa tumpang tindih karena adanya ketidaktertiban administrasi yang menyebabkan ketidaksesuaian data fisik dan yuridis tanah serta penerbitan sertipikat yang kurang teliti.
Peran Kantor Pertanahan Kota Semarang dalam menyelesaikan sengketa tumpang tindih tanah hak milik dilakukan melalui proses mediasi antar pihak dan berhasil menyepakati penyelesaian melalui proses tukar guling tanah.
Kata kunci : tumpang tindih, sertipikat, hak atas tanah, mediasi, tukar guling tanah