DETAIL DOCUMENT
Perbedaan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Benalu Teh Pada Beberapa Metode Ekstraksi
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Putri, Berlian Ayu Christiana
Saraswati, Indah
Sasikirana, Widyandani
Subject
Medicine 
Datestamp
2025-03-04 03:58:14 
Abstract :
Latar Belakang: Benalu teh (Scurrula atropurpurea (BL.) Dans) telah lama digunakan oleh Masyarakat dalam pengobatan tradisional dengan cara meminum hasil rebusannya. Benalu teh mengandung berbagai macam senyawa metabolit sekunder di antaranya flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antioksidan. Metode ekstraksi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kandungan senyawa bioaktif suatu ekstrak. Pemilihan metode ekstraksi yang tepat dapat menarik senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan sehingga meningkatkan aktivitas antioksidan ekstrak benalu teh. Tujuan: Mengetahui nilai IC50 yang menggambarkan besar aktivitas antioksidan dari benalu teh dan mengetahui adanya perbedaan aktivitas antioksidan dari benalu teh pada metode ekstraksi maserasi, MAE, dan sonikasi. Metode: Penelitian eksperimental dengan menggunakan sampel benalu teh yang didapatkan dari Perkebunan Teh Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Ekstraksi menggunakan metode maserasi, MAE, dan sonikasi. Aktivitas antioksidan ekstrak diuji menggunakan metode DPPH dan dianalisis menggunakan instrument spektrofotometer UV-Vis dengan melihat nilai IC50. Hasil: Ekstrak benalu teh dengan metode maserasi memiliki nilai IC50 5,506 ppm, metode MAE dengan IC50 5,056 ppm, dan metode sonikasi dengan IC50 5,744 ppm. Kesimpulan: Ekstrak benalu teh dari ketiga metode ekstraksi memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dan terdapat perbedaan aktivitas antioksidan dari benalu teh pada ketiga metode ekstraksi dilihat dari nilai signifikansi p<0,05. Kata kunci: benalu teh, ekstraksi, antioksidan, DPPH 
Institution Info

Universitas Diponegoro