Abstract :
Desa Wisata Wringinputih merupakan salah satu desa wisata yang berada
pada Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Desa Wisata Wringinputih
memiliki baragam potensi wisata dan budaya yang layak untuk dikembangkan.
Pengembangan Desa Wisata Wringinputih dapat dikatakan belum dikelola dengan
optimal karena mendapatkan klasifikasi rintisan pada progam yang dicanangkan
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yakni Anugerah
Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2023 dan juga tidak adanya data
kunjungan wisatawan tiap tahunnya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang tepat
dalam mengembangkan Desa Wisata Wringinputih.
Pada penelitian ini menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process
(AHP) untuk mencari strategi-strategi yang paling prioritas untuk mengembangkan
Desa Wisata Wringinputih. Untuk menganalisis strategi-strategi yang dibutuhkan
beberapa kriteria yang didapatkan dari wawancara dan persetujuan dengan key
person. Tiga kriteria (konsep 3A) tersebut diambil sesuai dengan teori
pengembangan desa wisata sesuai pada buku pedoman desa wisata, yaitu: Atraksi,
Aksesibilitas, dan Amenitas
Hasil pada penelitian ini, menunjukkan bahwa strategi yang paling prioritas
berdasarkan analisis Analitycal Hierarchy Process (AHP) yakni Aspek Atraksi
dengan menghasilkan bobot prioritas 0,574 dengan nilai Consistency Ratio 0,05
atau kurang dari 0,1 yang artinya analisis ini konsisten dan dapat dijadikan prioritas
untuk pengembangan Desa Wisata Wringinputih.