Abstract :
Penelitian ini bertujuan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh
langsung corporate social responsibility terhadap financial performance serta
pengaruh tidak langsung melalui implementasi enterprise risk management. Selain
itu, penelitian ini juga menguji pengaruh moderasi R&D intensity terhadap
hubungan antara corporate social responsibility dan enterprise risk management.
Objek penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2022. Teori stakeholder dan
legitimasi digunakan untuk menjelaskan hubungan antara corporate social
responsibility, financial performance, dan enterprise risk management dengan
legitimasi dari seluruh pemangku kepentingan. Teori resource-based view juga
digunakan untuk menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan menjadi
langkah perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.
Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analisis SEM-PLS
(Structural Equation Modeling ? Partial Least Squares). Analisis data dilakukan
dengan uji model pengukuran dan struktural, sedangkan pengujian hipotesis dengan
bootstrapping (uji path coefficients). Purposive sampling digunakan sebagai teknik
pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu dan diperoleh sebanyak 134
sampel perusahaan dari 980 observasi. Pengukuran CSR menggunakan skor ESG
dari Bloomberg dan pengukuran ERM menggunakan indeks ERMI. ROA dan
Tobin?s Q digunakan sebagai proksi pengukuran financial performance serta
pengeluaran R&D dibagi dengan total aset digunakan untuk menghitung R&D
intensity.
Hasil analisis menunjukkan bahwa corporate social responsibility secara
langsung tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial performance.
Akan tetapi, corporate social responsibility secara tidak langsung berpengaruh
positif dan signifikan terhadap financial performance melalui implementasi
enterprise risk management. R&D intensity signifikan memperlemah pengaruh
positif corporate social responsibility terhadap enterprise risk management.