Abstract :
Fenomena krisis ekonomi global, perlambatan ekonomi, dan pandemi
COVID-19 telah mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberagaman gender
komisaris, ukuran dewan komisaris, dan proporsi komisaris independen terhadap
stock price crash risk. Salah satu faktor utama yang menyebabkan stock price crash
risk merupakan penimbunan berita buruk oleh manajemen, yang sering kali
dilakukan untuk menyembunyikan kinerja operasional yang buruk.
Metodologi penelitian ini melibatkan analisis data perusahaan sektor energi
di BEI pada tahun 2020-2022, dengan menggunakan metode pengumpulan data
sekunder dan analisis statistik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dengan
menggunakan purposive sampling dalam pemilihan sampel maka diperoleh 30
sampel perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI untuk 3 tahun berturut-turut
(2020-2022).
Berdasarkan hasil penelitian hanya ukuran dewan komisaris yang
berpengaruh signifikan dan positif terhadap stock price crash risk. Sedangkan,
keberagaman gender dewan komisaris dan proporsi komisaris independen
ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap stock price crash risk. Hasil
penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dalam literatur tata
kelola perusahaan, memberikan wawasan praktis bagi perusahaan, dan investor
dalam mengelola stock price crash risk.