Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model teoritis
dasar dan model penelitian empiris untuk mengisi kesenjangan penelitian mengenai
hubungan antara kepemimpinan inklusif dan kinerja organisasi pada unit pengelola
objek wisata KSPN Borobudur dan sekitarnya. Kesenjangan ini dapat diisi dengan
membangun sebuah konsep baru yaitu kapabilitas inovasi eksploitatif (exploitative
innovation capabilities).
Penelitian ini dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada unit
pengelola objek wisata. Metode pengambilan sampling dilakukan secara sensus
dengan melibatkan seluruh populasi yang menjadi subjek penelitian. Penelitian ini
menggunakan pendekatan SEM-PLS. Model ini diujikan pada unit pengelola objek
wisata KSPN Borobudur dan sekitarnya, dengan data terkumpul 110 Objek Wisata.
Hasil penelitian menemukan bahwa kepemimpinan inklusif berpengaruh
positif terhadap kapabilitas inovasi eksploitatif, kapabilitas inovasi eksploitatif
berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi, kapabilitas inovasi eksploitatif
mampu memediasi pengaruh kepemimpinan inklusif dan kinerja organisasi,
kapasitas penyerapan berpengaruh positif terhadap kapabilitas inovasi eksploitatif,
kapasitas penyerapan berpengaruh positif terhadap kinerja inovasi, kapabilitas
inovasi eksploitatif berpengaruh positif terhadap kinerja inovasi, kinerja inovasi
berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi.