DETAIL DOCUMENT
KAJIAN PENAMBAHAN KINETIN DAN 2,4-D TERHADAP PERTUMBUHAN KULTUR JARINGAN TANAMAN PISANG BARANGAN (Musa Paradisiaca L.) PADA FASE SUBKULTUR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
WULANNANDA, AMALIA
ANWAR, SYAIFUL
KUSMIYATI, FLORENTINA
Subject
Animal and Agricultural Sciences 
Datestamp
2025-03-03 03:56:54 
Abstract :
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi kinetin dan 2,4-D (Dichlorophenoxy Acetic Acid) yang berbeda terhadap pertumbuhan kultur jaringan pisang barangan (Musa parasidiaca L.) pada fase subkultur. Penelitian dilakukan pada bulan September ? Desember 2021 di Ruangan Kultur Jaringan, Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian menggunakan rancangan faktorial 4x4 dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi kinetin dengan taraf perlakuan yaitu K0 : 0 mg/L, K1 : 2,5 mg/L, K2 : 5 mg/L, K3 : 7,5 mg/L. Faktor kedua adalah konsentrasi 2,4-D dengan taraf perlakuan yaitu D0 : 0 mg/L, D1 : 0,5 mg/L, D2 : 1 mg/L, D3 : 1,5 mg/L. Kombinasi perlakuan sebanyak 16 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 48 unit percobaan yang setiap unit percobaan terdiri dari 1 buah eksplan pisang barangan. Pemberian kinetin dan 2,4-D dilakukan dengan pembuatan larutan stok 100 mg/L dan pengambilan tiap perlakuan bersamaan dengan pengambilan larutan stok makro, mikro, besi dan vitamin untuk kemudian ditambah akuades. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, jumlah akar, persentase kemunculan tunas, dan persentase keberhasilan kultur. Data hasil penelitian dianalisis dengan Analysis Of Variance (ANOVA) dan pada perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati maka dilanjutkan dengan uji beda nyata menggunakan Duncan?s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi Kinetin dan konsentrasi 2,4-D terjadi pada parameter jumlah daun dan persentase kemuculan tunas. Perlakuan konsentrasi Kinetin 5 mg/l (K2) memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan persentase kemunculan tunas. Perlakuan 2,4-D 0 mg/l (D0) memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar, jumlah daun, dan persentase kemunculan tunas. Simpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu interaksi antara konsentrasi Kinetin dan konsentrasi 2,4-D terjadi pada parameter jumlah daun dan persentase kemuculan tunas. Terdapat interaksi antara Kinetin dan 2,4-D pada parameter jumlah daun dan persentase kemunculan tunas. Perlakuan konsentrasi Kinetin 5 mg/l memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah tunas, tinggi tunas, dan jumlah akar. Konsentrasi 2,4-D 0 mg/l memiliki hasil terbaik pada semua parameter sehingga penambahan 2,4-D pada media subkultur memberikan efek penurunan pada hasil di semua parameter. 
Institution Info

Universitas Diponegoro