Abstract :
Pekerja di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Semarang sering kali menghadapi masalah kualitas tidur yang buruk, yang dipicu oleh insomnia, kebiasaan merokok, dan sleep hygiene yang kurang baik. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan pekerja, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko keselamatan kerja. Untuk memahami lebih dalam mengenai permasalahan ini, penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis hubungan antara insomnia, kebiasaan merokok, dan sleep hygiene dengan kualitas tidur para pekerja RPH tersebut. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 64 pekerja sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Insomnia Severity Index, Sleep Hygiene Index, dan Pittsburgh Sleep Quality Index, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,1% responden mengalami kualitas tidur yang buruk, dengan 32,8% di antaranya mengalami insomnia sedang, 78,1% merupakan perokok aktif, dan 7,8% memiliki sleep hygiene yang buruk. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara insomnia (p=0,007), kebiasaan merokok (p=0,036), dan sleep hygiene (p=0,031) dengan kualitas tidur pekerja. Berdasarkan temuan ini, perusahaan disarankan untuk menyediakan area khusus merokok dan memberikan edukasi mengenai sleep hygiene guna meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan pekerja.
Kata kunci: Kualitas Tidur, Insomnia, Sleep Hygiene, Merokok, Rumah Potong Hewan