Abstract :
PT Ratu Atlantik Indonesia merupakan perusahan kontraktor yang berfokus pada
penyediaan jasa penunjang kontruksi listrik, termasuk pemasangan, perbaikan, dan
pemeliharaan instalasi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya
organisasi terhadap kinerja karyawan dengan perilaku proaktif sebagai variabel intervening.
Meskipun perusahaan memiliki sumber daya manusia yang berpengalaman sejak tahun 2000,
penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana budaya organisasi memengaruhi
kinerja karyawan dan peran perilaku proaktif dalam proses tersebut. Teknik non-random
sampling digunakan untuk memperoleh 100 karyawan sebagai sampel penelitian.Metode
yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan Partial Least Square
(PLS) 3.0.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1.) Budaya organisasi berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien jalur 0,353, nilai t 2,083, dan nilai
p 0,038. (2.) Budaya organisasi berpengaruh positif terhadap perilaku proaktif dengan
koefisien jalur 0,433, nilai t 5,006, dan nilai p 0,000. (3.) Perilaku proaktif berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien jalur 0,488, nilai t 4,660,
dan nilai p 0,000. (4.) Perilaku proaktif memediasi hubungan antara budaya organisasi dan
kinerja karyawan dengan koefisien mediasi 0,211, nilai t 3,358, dan nilai p 0,001.
Temuan ini menunjukkan bahwa budaya organisasi yang baik dapat meningkatkan
kinerja karyawan melalui peningkatan perilaku proaktif, yang pada gilirannya meningkatkan
motivasi, komitmen, dan kepuasan kerja karyawan. Oleh karena itu, disarankan agar
perusahaan memperkuat budaya organisasi dan mendorong perilaku proaktif guna mencapai
hasil yang optimal