Abstract :
Kanker leher rahim merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia dengan cakupan deteksi dini yang masih rendah. Deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan langkah penting dalam pencegahan kanker leher rahim, namun tingkat partisipasi wanita usia subur masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker leher rahim metode IVA di Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 105 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,030), sikap (p=0,035), sosial budaya (p=0,020), dukungan suami (p=0,039), dan dukungan kader (p=0,000) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku deteksi dini, sedangkan pendidikan (p=0,446) dan keterpaparan informasi (p=0,065) tidak memiliki hubungan signifikan. Dukungan kader memiliki pengaruh terbesar dalam meningkatkan partisipasi pemeriksaan IVA. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih intensif dalam edukasi berbasis komunitas, keterlibatan keluarga, serta penguatan peran tenaga kesehatan dan kader dalam meningkatkan kesadaran dan motivasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA guna mencegah kanker leher rahim.
Kata Kunci : Kanker leher rahim, deteksi dini, IVA, perilaku