Abstract :
Dibentuknya program Laskar Den Baguse oleh Dinas Kependudukan dan
Pencatatal Sipil Kota Tegal bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan cakupan
kepemilikan dokumen kependudukan, serta memberikan kemudahan kepada
masyarakat Kota Tegal dalam mengurus dokumen kelahiran. Namun, dalam
keberjalanan program ini kerap ditemukan sejumlah kendala. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penerapan e-Government dan mengidentifikasi faktor
penghambat dalam penerapan e-Government melalui program Laskar Den Baguse
di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tegal. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan
deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan
studi kepustakaan. Narasumber meliputi Disdukcapil Kota Tegal pada bidang
Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan bidang Pengelolaan Informasi Administrasi
Kependudukan dan Pemanfaatan Data, serta masyarakat Kota Tegal yang pernah
merasakan layanan dari Program Laskar Den Baguse. Analisis dilakukan
berdasarkan tiga elemen penting dalam pengimplementasian e-Government dari
hasil kajian dan riset oleh Harvard JFK School of Government (dalam Indrajit,
2006: 13), yaitu dukungan, kualitas, dan manfaat. Hasil Penelitian menunjukkan
bahwa penerapan program Laskar Den Baguse di Disdukcapil Kota Tegal secara
umum telah memenuhi tiga elemen tersebut, akan tetapi belum optimal sebab masih
ditemukan beberapa kendala diantaranya yaitu minimnya anggaran yang
berdampak pada ketersediaan dan kualitas infrastruktur teknologi, ketidaksesuaian
dalam pelaksanaan SOP, dan konsistensi dalam menjaga kualitas program.
Kata Kunci: e-Government, Penerapan Program, Dokumen Kependudukan,
Laskar Den Baguse
10-Pemerintahan-2025