Abstract :
Niat untuk berhenti menjadi sebuah permasalahan yang dapat dikatakan
serius bagi seluruh organisasi apabila niat untuk berhenti mengalami kenaikan,
maka ini mampu memberi suatu dampak yang negatif bagi sebuah perusahaan,
khususnya dalam stabilitas pada pengelolaan sumber daya manusia perusahaan.
Niat untuk berhenti dapat muncul karena karyawan tidak merasakan adanya
keseimbangan kehidupan kerja, atasan yang mendukung, dan keterlibatan dalam
pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan
menggunakan pengolahan data menggunakan aplikasi Smart PLS versi 4.
Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui bahwa keseimbangan kehidupan kerja
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap niatan untuk berhenti, sehingga
H1 ditolak. Kemudian, dukungan atasan terbukti memiliki pengaruh negatif dan
signifikan terhadap niat untuk berhenti bekerja, sehingga H2 diterima. Lalu pada
keterlibatan karyawan memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap
niatan untuk berhenti, sehingga H3 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut,
perusahaan perlu mempertimbangkan evaluasi kebijakan demi memberikan
keseimbangan kehidupan kerja yang baik bagi karyawan, melakukan peningkatan
program keterlibatan karyawan, dan melakukan pengembangan strategi retensi
karyawan yang komprehensif