Abstract :
Pengembangan ekonomi lokal dianggap sebagai suatu konsep yang mampu meraih keberhasilan
pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan industri kecil yang mudah dikembangkan
sebagai basis pembangunan dengan penyerapan tenaga kerja lokal dan berorientasi pada pemanfaatan
sumber daya lokal. Kampung Singkong, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga menjadi
salah satu kawasan yang menerapkan pengembangan ekonomi lokal yang bergerak dalam pengembangan
UMKM dalam sektor kuliner. Kampung ini bergerak melalui hasil olahan singkong sebagai potensi lokal yang
dikembangkan. UMKM olahan singkong terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian kota dengan
menciptakan nilai tambah pada rantai nilai pengolahan singkong. Bertolak pada penjelasan tersebut, nilai
tambah dalam suatu rantai nilai dapat dihasilkan melalui peranan stakeholder didalamnya. Maka dari itu
sangat penting untuk mengetahui peran stakeholder dalam upaya peningkatan nilai tambah. Mengadopsi hal
tersebut terhadap UMKM pengolahan singkong di Kampung Singkong, diperlukan penelitian yang mengkaji
peran stakeholder dalam upaya peningkatan nilai tambah untuk melihat keberhasilan Kampung Singkong Kota
Salatiga dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.