Abstract :
Keseimbangan kehidupan kerja dan pengelolaan stres dalam upaya
mempertahankan karyawan merupakan hal yang penting, terutama pada generasi
Y. Perusahaan perlu memperhatikan kesejahteraan karyawan dan melakukan
pengupayaan untuk mempertahankan mereka.Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan aplikasi Smart PLS versi ke 4,
dengan jumlah responden 100 karyawan generasi Y. Berdasarkan penelitian yang
telah dilakukan, diketahui bahwa keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap niatan keluar sehingga H1 ditolak, stres kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap niatan keluar sehingga H2 diterima,
dan keseimbangan kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
stres kerja sehingga H3 ditolak. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan
bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan stres kerja merupakan faktor-faktor
penting yang mempengaruhi niatan keluar karyawan. Manajemen perlu
memberikan perhatian lebih pada aspek-aspek seperti alokasi waktu, kebijakan
kompensasi, dan upaya untuk mengurangi stres kerja guna meningkatkan
kepuasan dan retensi karyawan.