Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak mekanisme dan aktivitas tata
kelola perusahaan yang baik, serta karakteristik perusahaan dan auditor terhadap
keterlambatan laporan audit. Variabel independen yang dianalisis meliputi ukuran
dewan komisaris, independensi dewan komisaris, ukuran komite audit, frekuensi
rapat komite audit, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan reputasi auditor. Variabel
dependen yang diteliti adalah audit report lag.
Populasi penelitian terdiri dari perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan metode purposive sampling, dipilih
417 sampel perusahaan sektor manufaktur yang menerbitkan laporan tahunan pada
periode 2020-2022. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh
ukuran dewan komisaris, independensi dewan komisaris, ukuran komite audit,
frekuensi rapat komite audit, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan reputasi auditor
terhadap audit report lag.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan reputasi
auditor memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keterlambatan
pengungkapan laporan audit