DETAIL DOCUMENT
ANALISIS GERAKAN SOSIAL KELOMPOK MINA CITRA LESTARI DALAM PENGELOLAAN REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN HUTAN MANGROVE DI DESA GROGOL KECAMATAN GUNUNGJATI KABUPATEN CIREBON
Total View This Week0
Institusion
Universitas Diponegoro
Author
Ratri, Hana Anabel Trista
Subject
Social Science and Political Science 
Datestamp
2025-03-17 06:31:11 
Abstract :
Gerakan sosial lingkungan lahir sebagai respons terhadap permasalahan ekologi yang mengkhawatirkan. Kelompok Mina Citra Lestari menjadi salah satu penggerak gerakan sosial yang berupaya mengatasi degradasi hutan mangrove melalui rehabilitasi dan pemeliharaan secara kolektif. Dalam gerakan ini, pengelolaan sumber daya, kepemimpinan, jaringan, partisipasi, serta peluang dan kapasitas menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kelompok Mina Citra Lestari mengelola rehabilitasi dan pemeliharaan hutan mangrove di Desa Grogol, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, serta melihat dampak yang dihasilkan terhadap ekosistem hutan mangrove dan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis sejauh mana pengelolaan yang dilakukan oleh Kelompok Mina Citra Lestari dalam gerakannya serta melihat hasil dari gerakan yang telah dilakukan. Penelitian ini mengacu pada teori Gerakan Sosial (Spencer, 1982 dan Greene, 2002) dan teori Mobilisasi Sumberdaya (Sukamana, 2016). Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi yang dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data yang kemudian dilakukan verifikasi untuk menjamin validitas sebelum menarik kesimpulan. Hasilnya menunjukan bahwa Kelompok Mina Citra Lestari telah mengelola sumberdaya yang dimiliki. Melalui gerakannya yang meliputi perencanaan, penanaman, persemaian, pemeliharaan serta edukasi pentingnya melestarikan mangrove. Kelompok ini lahir dari keresahan masyarakat yang secara rasional menjadi respon atas kondisi lingkungan di sekitar mereka, yang mendorong mereka bergerak untuk merehabilitasi dan memelihara hutan mangrove dengan dukungan dari berbagai pihak. Sehingga menghasilkan positif seperti terangkatnya daratan baru yang membantu mengatasi abrasi, meningkatnya budidaya kerang hijau dan tangkapan nelayan kecil. Namun, terdapat tantangan dalam keberlanjutan kelompok ini, seperti keterbatasan dana, kurangnya inovasi, serta tidak adanya regenerasi dan pertambahan baik anggota maupun massa. Salah satu kendala utama adalah tidak adanya sistem regenerasi kepemimpinan, yang menyebabkan stagnasi dalam pengelolaan kelompok. Oleh karena itu, diperlukan sistem regenerasi yang lebih jelas serta peningkatan keterlibatan masyarakat melalui kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti instansi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Dengan demikian, gerakan ini dapat terus berkembang dan menjamin keberlanjutan upaya rehabilitasi serta pelestarian hutan mangrove di masa mendatang. Kata Kunci : Gerakan Sosial, Organisasi, Mangrove, Pengelolaan Sumber Daya. 
Institution Info

Universitas Diponegoro