DETAIL DOCUMENT
DINAMIKA PENERIMAAN DIRI PADA ANAK DARI KELUARGA BROKEN HOME DENGAN KELUARGA UTUH
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Winanti, Hepy Rizki Septia
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-01-31 06:52:33 
Abstract :
Hepy Rizki Septia W. NPM 18110119. ?Dinamika Penerimaan Diri Pada Anak Dari keluarga Broken Home Dengan Keluarga Utuh?. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang 2023. Dosen Pembimbing I : Dr. Heri Saptadi Ismanto S.Pd., M.Pd. Kons. Pembimbing II : Dr. G Rohastono Ajie M.Pd. Hubungan yang hermonis antara orang tua dan anak sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan pendidikan si anak,hubungan yang serasi penuh pengertian dan kasih sayang akan membawa kepada pribadi si anak. Mengingat rumah tangga adalah tempat pendidikan yang pertama dikenal oleh anak, maka orang tua harus dapat mengetahui tentang tujuan pendidikan untuk anak-anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui bagaimana kontrol keluarga broken home terhadap perilaku belajar anak (2) Mengetahui dampak keluarga broken home terhadap perilaku belajar anak. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, subjek pada penelitian ini berjumlah 2 orang dari keluarga harmonis dan 2 orang yang mengalami keluarga korban broken home. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi, Informasi yang dikumpulkan dari hasil observasi peneliti selama penelitian di rumah subyek, lingkungan subyek dan tempat subyek bersosialisasi.. Sedangkan instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah angket yang disusun oleh peneliti. Teknik analisi data pada penelitian ini melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menujukkan pertama, kebiasaan belajar subyek yang mengalami korban perceraian tidak teratur, subyek mau belajar apabila ada tugas saja, minat belajar anak yang mengalami broken home menurun dikarenakan keinginan subyek tidak terpenuhi. Kedua, walaupun subyek berlatar belakang broken home, subyek masih memiliki minat belajar, sebab subyek masih memiliki semangat yang dipelopori oleh orang-orang terdekat subyek. Ketiga, dampak keluarga yang broken home berpengaruh pada minat belajar anak disisi lain subyek menganggap belajarnya sia-sia, sebab tidak ada orang tua yang menanyakan bagaimana hasil dari prestasinya, sehingga anak cenderung acuh tak acuh terhadap belajarnya. Kata Kunci : Broken home, Remaja, Harmonis 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang