DETAIL DOCUMENT
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE THREE TIER TEST DI SD NEGERI WONOWOSO 1 DEMAK
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
FABILLA, WULAN
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-02-01 06:35:45 
Abstract :
WULAN FABILLA. NPM 18120227. ?Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas IV pada Pembelajaran IPA Melalui Metode Three Tier Test di SD Negeri Wonowoso 1 Demak?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Arfilia Wijayanti, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II Fajar Cahyadi, S.Pd., M.Pd. 2023. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah muncul kesalahpahaman dari segi konteks baik dari siswa, guru, buku, metode mengajarnya karena perkembangan pembelajaran yang sangat pesat. Hal itu menyebabkan terjadinya miskonsepsi. Untuk mengidentifikasi miskonsepsi tersebut peneliti menggunakan metode Three Tier Test. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah miskonsepsi siswa kelas IV pada pembelajaran IPA melalui metode Three Tier Test? 2) Apakah faktor penyebab miskonsepsi siswa kelas IV pada pembelajaran IPA melalui metode Three Tier Test?. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis miskonsepsi siswa kelas IV pada pembelajaran IPA melalui metode Three Tier Test di SD Negeri Wonowoso 1. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas IV yang berjumlah 32 orang dan guru kelas IV SD Negeri Wonowoso 1. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, hasil tes diagnostik miskonsepsi, wawancara dengan guru kelas IV, wawancara dengan siswa, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi pada pembelajaran IPA dengan materi gaya dan gerak kelas IV SD Negeri Wonowoso 1 secara keseluruhan menunjukkan persentase sesuai dengan kriteria metode Three Tier Test sebesar 27,97% siswa dinyatakan menguasai konsep dengan baik dalam kriteria paham konsep, siswa yang mengalami miskonsepsi dengan kategori miskonsepsi ?sedang? sebesar 54,53% yang menunjukkan kriteria miskonsepsi positif 20,31%, miskonsepsi negatif 8,91%, miskonsepsi murni 25,31%, kriteria lainnya menebak 3,13%, kurang paham konsep 6,25%, tidak paham konsep 8,13%. Faktor peyebab dari miskonsepsi adalah sebagian besar siswa menganalisa sesuai dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari tanpa memperhatikan konsep IPA yang benar, kemampuan pemahaman siswa terkait pembelajaran berlangsung, kesulitan dalam membaca, segi konteks yaitu kurangnya percaya diri dalam interaksi siswa dengan guru, serta metode - metode mengajar yang dipakai guru. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapat disampaikan adalah guru diharapkan lebih memperhatikan dalam menyampaikan konsep yang diajarkan supaya siswa tidak mengembangkan konsepsi yang salah dan tidak mengemukakan konsep berdasarkan pendapatnya sendiri dengan cara merancang metode pembelajaran yang tepat dan memberikan remidiasi pada siswa. Kata Kunci: Analisis, Miskonsepsi, IPA, Three Tier Test 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang