DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN SIKAP PROSOSIAL SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 14 SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
YULISTIAN, YULISTIAN
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-02-05 02:03:49 
Abstract :
Yulistian. NPM 18110099. Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Sikap Prososial Siswa Kelas XI IPS SMA N 14 Semarang. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang. 2022. Pembimbing I Dra. Wiwik Kusdaryani, M.Pd.., Pembimbing II Farikha Wahyu Lestari, S. Pd., M. Pd. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terdapat di SMA negeri 14 Semarang ada beberapa peserta didik kurang kesediaannya untuk menolong orang lain/teman sebaya ketika mengalami kesulitan, cenderung bekerja sendiri dan berdiam diri. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan kepercayaan diri dengan sikap prososial peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 14 Semarang? Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan sikap prososial peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 14 Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivisme dengan metode korelasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 14 Semarang, dengan jumlah 108 siswa. Sampel diambil dengan Teknik sampel jenuh sehingga sampel penelitian ini berjumlah 108 siswa. Data penelitian ini diperoleh melalui skala kepercayaan diri dan sikap prososial siswa dengan empat alternatif jawaban dari 24 item, 28 item dikatakan valid,dan hasil r (0,753 dan 0,750 > 0,60) sehingga skala dikatakan reliabel. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan sikap prososial pada peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 14 Semarang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kepercayaan diri peserta didik mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan sikap prososial, diketahui nilai korelasi antara variabel X dan Y sebesar 0,435 dan diperoleh Sig = 0,000 yang berarti p < a. Hal ini menunjukkan H0 ditolak H? diterima dan koefisien determinasi sebesar yaitu sebesar 18,92%. Sementara sisanya 81,08% terdapat hubungan dengan faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan siswa dapat memanfaatkan layanan bimbingan konseling dalam belajar memahami dan mengontrol diri dalam menyesuaikan sikap dan prilaku. Guru pembimbing lebih memperhatikan peserta didik dengan kepercayaan diri rendah. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan sikap prososial untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik sebagai tindak lanjut. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Sikap Prososial. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang