DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KEBUTUHAN PENANGANAN SIMPANG EMPAT JALAN KARANGAWEN KM18 DI KABUPATEN DEMAK
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Irvan, Aditya Muhammad
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2024-03-08 02:50:25 
Abstract :
Perkembangan transportasi di Kabupaten Demak berdampak pada meningkatnya pergerakan manusia, barang,dan jasa. Hal ini juga sangat menuntut meningkatnya sarana dan prasarana transportasi di Kabupaten Demak. Pertambahan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan prasarana akan menimbulkan konflik pada jalan khususnya di persimpangan Karangawen km 18 yang memerlukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal kondisi lapangan berdasarkan pedoman MKJI 1997, Dari hasil penelitian di lapangan dan perhitungan simpang tak bersinyal simpang Karangawen km 18 bahwa lalu lintas tersibuk terjadi pada hari minggu pukul 17.30-17.45 dengan nilai arus lalu lintas total 1269 smp/jam, dikarenakan lonjakan masyarakat melakukan perjalanan lalu lintas di jalan Karangawen ini, dan pada hari Minggu tersebut banyak masyarakat yang melakukan perjalanan liburan dengan melintasi jalan Karangawen ini dikarenakan juga ini merupakan jalan alternatif utama untuk perjalanan antar kota. maka di peroleh data-data analisis Dengan nilai kapasitas simpang sebesar 1372,8 lebar pendekatan simpang 2,821 faktor penyesuaian median jalan dengan nilai 1, faktor penyesuaian ukuran kota dengan nilai 1, faktor penyesuaian tipe lingkungan jalan sebesar 0,85 faktor penyesuaian belok kiri sebesar 1,170 faktor belok penyesuaian belok kanan sebesaar 0,233 Faktor penyesuan rasio jalan minor sebesar 0,726 dengan derajat kejenuhan sebesar 0,924 tundaan lalu lintas simpang sebesar 56,54 detik/smp, tundaan lalu lintas jalan utama sebesar 13,66 detik/smp, tundaan lalu lintas jalan minor sebesar 61,67 detik/smp, tundaan geometri simpang sebesar 4, tundaan simpang sebesar 60,54 Detik/smp dan peluang antrian untuk batas bawah sebesar 21,26 Dan peluang antrian untuk batas atas sebesar 34,249. Maka persimpangan Karangawen km 18 perlu adanya perbaikan pada simpang karena di lihat dari nilai derajat kejenuhan berdasarkan pedoman MKJI jika nilai kejenuhan > 0,75 maka perlu adanya perbaikan simpang. Kata kunci: Derajat Kejenuhan, Solusi, MKJI 1997 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang