DETAIL DOCUMENT
PENANGGULANGAN BANJIR PADA SUNGAI BABON SEMARANG WILAYAH KARANG ROTO - BANJARDOWO MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Budiman, Agus Kris
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2024-03-08 07:13:24 
Abstract :
Kota Semarang adalah salah satu kota yang menjadi pusat perekonomian di daerah Jawa Tengah yang mempunyai perkembangan yang pesat. Semarang merupakan salah satu kota metropolitan terbesar kelima di Negara Indonesia setelah kota Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan yang kelima jatuh kepada Kota Semarang wilayah Jawa Tengah. Seiring perubahan waktu dan perkembangan yang berada di Kota Semarang,Tentunya banyak sekali permasalahan yang muncul,salah satunya Banjir.Sungai Babon Semarang merupakan bagian dari sistem drainase Semarang Timur, yang wilayah alirannya membentang dari wilayah Penggaron di sebelah Hulu sampai wilayah Genuk di sebelah Hilir. Sering terjadinya banjir di sungai Babon Semarang mempunyai beberapa faktor yaitu kapasitas sungai yang terbatas akibat sedimentasi, angka penurunan tanah, pasangnya air laut dan luapan dari sungai sekitar. Sering terjadinya banjir di Sungai Babon sangat menarik untuk dikaji secara mendalam guna mencari solusinya. Tujuan dari pola pengendalian ini adalah untuk mengetahui elevasi air saat musim hujan, menghitung kapasitas sungai menggunakan Hec-ras, dan metode penanganan banjir sungai Babon. Penelitian mengenai analisa penanggulangan banjir di Sungai Babon wilayah Karangroto-Banjardowo, Kota Semarang diawali dengan pengumpulan data sekunder seperti data curah hujan, data stasiun hujan, dan data karakteristik DAS. Dalam perhitungan debit banjir rencana (R24) menggunakan data seperti curah hujan, data pengukuran saluran, dan kondisi saluran tersebut. Berdasarkan dari data tersebut peneliti akan menghitung hujan rencana kala ulang Q 2,5,10,25,50, dan 100 tahun. Untuk menghitung data tersebut kami mengunakan Distribusi Normal, Distribusi Log Normal, Distribusi Log Pearson III, dan Distribusi Gumbel. Kemudian dari perhitungan tersebut dipilih analisa Distribusi Log III karena lebih mendekati. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan metode Nakayashu maka diperoleh nilai debit banjir puncak (QP) sebesar 2.07 km² dan Q 2tahun sebesar 21,82 m³/det, Q 5tahun sebesar 25,17 m³/det, Q 10tahun 27,41 m³/det, Q 25tahun sebesar 30,25 m³/det, Q 50tahun sebesar 32,40 m³/det, dan Q 100tahun aebesar 34,55 m³/det. Kemudian dari data debit banjir kala ulang Q 50 tahun disimulasikan pada program aplikasi Hydrologi Engineering Center River Analysis System (Hec-Ras). Kata Kunci: Sungai Babon Semarang,Analisa Banjir,HEC-RAS 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang