DETAIL DOCUMENT
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KAYU JATI DAN SERABUT KELAPA SERTA GYPSUM PADA TANAH PANGGUNG JEPARA TERHADAP TINGKAT KEKUATAN GESER DAN PENGEMBANGAN TANAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
ARIFUDDIN, ARFENDI
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-03-14 02:41:05 
Abstract :
ABSTRAK Tanah pada daerah Desa Panggung, Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara ditemukan tanda-tanda keruntuhan dan tanah yang tidak rata serta terjadi patahan pada sekat-sekat struktur akibat penurunan tanah yang tidak merata dan stabil. Salah satu faktor terjadinya tanda-tanda keruntuhan, retakan dan patahan tersebut dipicu karena sebagian besar wilayah tersebut memiliki jenis tanah yang tingkat kuat gesernya rendah. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen pencampuran antara tanah asli dengan campuran bahan tambah yang berupa serbuk kayu jati dan serabut kelapa serta gypsum. Persentase penambahan bahan tambah sebesar 8%, 10% dan 12% serta 3% gypsum dengan dua perbandingan bahan tambah yaitu (25% SKJ dan 75% SKP) dengan perbandingan (75% SKJ dan 25% SKP) untuk mengetahui bagaimana sifat tanah asli setelah dilakukan penambahan bahan tambah dengan pengujian phisical properties dan engineering properties. Dari penelitian yang telah dilakukan persentase penambahan bahan tambah yang menunjukan karakteristik tanah terbaik disesuaikan dengan persentase perbandingannya yaitu pengujian berat jenis tertingi dari penambahan 8% pada persentase perbandingan (25% SKJ dan 75% SKP), pengujian atteberg limit dengan indeks plastisitas terendah dari penambahan 10% pada persentase perbandingan (25% SKJ dan 75% SKP), pengujian proctor modified kadar air optimum terendah dari penambahan 8% pada persentase perbandingan (25% SKJ dan 75% SKP) dengan berat isi tanah kering maksimal dari penambahan 8% pada persentase perbandingan (25% SKJ dan 75% SKP), pada pengujian CBR nilai CBR tertinggi terjadi dipengujian penambahan 8%, pengujian kuat geser tanah menggunakan nilai kohesi tanah tertinggi dari penambahan 10% pada persentase perbandingan (75% SKJ dan 25% SKP) dan menggunakan peningkatan nilai tertinggi dari sudut geser tanah pada penambahan 8% pada persentase (75% SKJ dan 25% SKP) , kemudian pengujian pengembangan tanah menggunakan nilai terkecil yang terjadi pada penambahan 8% pada persentase perbandingan (25% SKJ dan 75% SKP). Kata kunci: Tanah, Limbah, Stabilisasi Tanah, Kuat Geser, Pengembangan Tanah 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang