Abstract :
Buah parijoto mengandung banyak senyawa metabolit sekunder. Penapisan
fitokima-merupakan-salah-satu-cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi
kandungan senyawa metabolit sekunder dan memberikan-gambaran mengenai
kandungan senyawa-apa-saja yang terdapat pada-buah-parijoto. adapun tujuan
penelitian ini yaitu mengetahui-aktivitas-antioksidan dari fraksinasi ekstrak
metanol, fraksinasi-ekstrak n-heksan dan-fraksinasi ekstrak etil asetat dari buah
parjioto serta mengetahui kandungan total fenol serta penapisan fitokimia
fraksinasi ekstrak buah parijoto. Pada penelitian ini pengukuran aktivitas
antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan pengukuran kandungan total
fitokimia dilakukan dengan-mengukur kadar total fenol. cPenelitian cini-
menggunakan cRancangan Acak Lengkap c(RAL) satu faktorc yaitu jenis cpelarut
yang digunakan. Pelarut fraksinasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 3
jenis pelarut fraksi yaitu metanol, n-heksan dan etil asetat. Penelitian ini diulang
sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 9 unit percobaan dengan tahapan pembuatan
simplisia kering kemudian pembuatan ekstrak kasar buah parjioto dilakukan
maserasi kemudian dilakukan fraksinasi pada ekstrak kasar dengan 3 perlarut
methanol, etil asetat dan n-heksan. Nilai total fenol didapatkan pada pelaruti etil
asetat sebanyak 38,75 µg GAE/gr, pelarut Methanol sebanyak 68,89 µg GAE/gr,
dan pada pelarut n-heksan sebanyak 146,29 µg GAE/gr. Nilai aktivitas antioksidan
(IC50) didapatkan pada fraksi methanol dengan rata- rata 7.59 ± 0.42a (µg/ml);
fraksi etil asetat 4.13 ± 2.01a (µg/ml)dan pelarut n-heksan 1.73 ± 0.09a (µg/ml).
Kata Kunci : Anti oksidan, Ekstrak, Fitokimia, Parijoto, Total Fenol.