DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MANAJEMEN DIRI DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI SMA ISLAM TA’ALLUMUL HUDA BUMIAYU
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
FARIDA, AULIA ISNA
Subject
B Philosophy (General) 
Datestamp
2024-03-14 03:37:52 
Abstract :
AULIA ISNA FARIDA. NPM 18110034. ?Hubungan Antara Manajemen Diri Dengan Kedisiplinan Siswa Kelas XI SMA Islam Ta?allumu Huda Bumiayu?. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Dra. Wiwik Kusdaryani, M.Pd. dan pembimbing II Farikha Wahyu Lestari, S.Pd., M.Pd. 2022 Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah masih ada siswa yang belum mengetahui manajemen diri bahkan masih ada beberapa siswa yang melanggar peraturan tata tertib yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Hal ini menyebabkan siswa tidak mampu mengetahui hubungan antara manajemn diri dan kedisiplinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara manajemen diri dengan kedisiplinan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan metode ex-post facto. Instrumen yang digunakan adalah skala psikologis dengan model skal Likert. Uji validitas instrument dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi Prodict Moment dan uji reliabilitas instrument menggunakan rumus Alpha Cronbach. Populasi data dalam penelitian ini sejumlah 184 siswa, meliputi kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MIPA 3, XI IPS 1, XI IPS 2, XI BAHASA. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik random sampling. Hasil analisis deskriptif pada skala manajemen diri menunjukan kategori tinggi tinggi (87,8%) dengan jumlah siswa frekuensi sebanyak 108 siswa. Siswa yang lainnya mempunyai manajemen diri pada kategori rendah (10,6%) dengan jumlah frekuensi siswa sebanyak 13 siswa, siswa yang memiliki tingkat kategori sangat rendah (1,6%) dengan jumlah 2 siswa. Sedangkan kedisiplinan siswa yang memiliki kategori tingkat tinggi (84,4%) dengan jumlah siswa 105, siswa yang memiliki kategori tinggkat redah (14,6%) dengan jumlah siswa sebanyak 18. Sedangkan tidak ditemukan siswa yang memiliki tingkat kategori sangat rendah. Hasil analisis Rank Spearman yang diperoleh nilai signifikansi 0,000<0,05 nilai r sebesar 0,556 pada taraf signifikansi 5%, maka hipotesis menyatakan ada hubungan yang positif antara manajemen diri dengan kedisiplinan bisa diterima dan dapat diartikan jika semakin tinggi manajemen diri maka semakin tinggi juga kedisiplinan siswa. Begitupun dengan sebaliknya semakin rendah manajemen diri maka semakin rendah juga kedisiplinan siswa. Saran untuk guru BK dengan tingkat manajemen diri dan kedisiplinan siswa yang tinggi, maka sebagai guru BK harus mampu untuk membantu atau mengingatkan agar manajemen diri dan kedispinan yang sudah dimiliki oleh siswa tetap dipertahankan. Kata Kunci: Hubungan, Manajemen Diri, Kedisiplinan 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang