DETAIL DOCUMENT
KESULITAN PESERTA DIDIK KELAS II SD DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BERDASARKAN PROSEDUR POLYA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
MAHISNA, AJID BAGUS
Subject
LB1501 Primary Education 
Datestamp
2024-03-14 06:29:38 
Abstract :
AJID BAGUS MAHISNA. NPM 16120379. ?Kesulitan Peserta Didik Kelas II SD dalam Pemecahan Masalah Materi Perkalian dan Pembagian Berdasarkan Prosedur Polya?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. 2022. Konteks penelitian yang mendorong penelitian ini adalah pentingnya kemampuan pemecahan masalah matematika pada jenjang SD. Selanjutnya pentingnya muatan materi perkalian dan pembagian. Adapun fakta di lapangan menunjukan masih ditemukannya nilai yang rendah pada kompetensi dasar keterampilan materi perkalian dan pembagian di kelas II SD N 04 Tlagasana. Pertanyaan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bagaimana kesulitan peserta didik kelas II SD N 04 Tlagasana dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi perkalian dan pembagian berdasarkan prosedur Polya? (2) Bagaimana faktor penyebab kesulitan peserta didik kelas II SD N 04 Tlagasana dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi perkalian dan pembagian berdasarkan prosedur Polya? Berdasarkan pertanyaan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis kesulitan peserta didik kelas II SD N 04 Tlagasana dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi perkalian dan pembagian berdasarkan prosedur Polya, dan (2) menganalisis faktor penyebab kesulitan peserta didik kelas II SD N 04 Tlagasana dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi perkalian dan pembagian berdasarkan prosedur Polya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi. Sumber data adalah peserta didik kelas 2 SD N 04 Tlagasana Tahun Pelajaran 2019/2020 sejumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan: (1) Kesulitan pemecahan masalah matematika pada tahap memahami masalah sebesar 95,5%, merencanakan solusi sebesar 97,7%, melaksanakan rencana sebesar 100%, dan memeriksa kembali sebesar 79,5%. (2) Faktor penyebab kesulitan pemecahan masalah matematika adalah faktor intelektual, pedagogi, sarana dan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut. (1) Guru hendaknya memahami tahapan pemecahan masalah Polya, sehingga peserta didik benar-benar memahami masalah, mampu merencanakan solusi, melaksanakan rencana, dan juga terbiasa dalam memeriksa kembali jawaban yang telah dibuat. (2) Guru hendaknya melatih kemampuan numerasi, abstraksi, generalisasi, dan deduksi melalui implementasi ke empat kemampuan tersebut dalam soal pemecahan masalah matematika rutin 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang