DETAIL DOCUMENT
ANALISIS LEARNING OBSTACLE SISWA PADA MATERI PECAHAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
MAYARATIH, MAYARATIH
Subject
LB1501 Primary Education 
Datestamp
2024-03-15 01:59:54 
Abstract :
ABSTRAK Mayaratih. NPM 17120106. ?Analisis Learning Obstacle Siswa Pada Materi Pecahan Di Kels V Sekolah Dasar?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang. 2022. Konteks penelitian yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN Kalicari 02 pada mata pelajaran matematika khususnya pada materi operasi hitung pecahan. Hal tersebut disebabkan kurangnya pemahaman dan kesulitan siswa terhadap materi pecahan. Hal tersebut juga dapat mengakibatkan hambatan pada pembelajaran matematika selanjutnya. Fokus penelitian ini adalah learning obstacle pada materi pecahan kelas V SD dan pertanyaan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana guru kelas V SD menyampaikan materi pecahan? (2) Bagaimana respon siswa kelas V SD dalam menerima materi pecahan? (3) Apakah yang menjadikan learning obstacle siswa kelas V SD dalam menerima materi pecahan? Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, tes, dan pedoman wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas V SDN Kalicari 02 dan guru kelas V SDN Kalicari 02. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Tahap analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) Cara guru kelas V menyampaikan materi pecahan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, guru menyampaikan materi dengan menggunakan media power point dan paint tab, guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahawa Jawa. (2) Beberapa siswa kelas V dalam belajar operasi hitung pecahan tidak fokus pada saat pembelajaran dan kurang antusias. (3) Siswa mengalami berbagai jenis learning obstacle, yakni Ontogenic Obstacle dengan persentase 90%, Didactical Obstacle dengan persentase 33%, Epistimological Obstacle dengan persentase 7%. Penyebab munculnya learning obstacle dalam belajar operasi pecahan adalah terjadi dari diri siswa masing-masing, contohnya siswa kesulitan dalam perkalian, kesulitan dalam mengingat langkah-langkah penyelesaian, kurang konsentrasi dalam menghitung, dari proses mengajar guru kurang memahami siswanya, guru kurang dalam memberikan contoh latihan soal dan guru kurang memberikan variasi soal. Saran yang dapat disampaikan penulis untuk guru adalah pentingnya memahami siswa dalam proses pembelajaran, agar dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa pada konsep pecahan dalam belajar. Saran untuk siswa agar lebih mendalami perkalian dan pembagian dasar. 

Institution Info

Universitas PGRI Semarang