DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN METODE SPATIAL AUTOCORRELATION SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERSEBARAN PENYAKIT TUBERCULOSIS DAN KEPADATAN PENDUDUK BERBASIS WEB
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
PUTRI, MEYTA KHARISMA DINA
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2024-03-15 03:12:03 
Abstract :
Tuberculosis (TBC) merupakan masalah utama kesehatan global sebagai penyebab utama kematian pada jutaan orang setiap tahun di seluruh dunia. Pada tahun 2014 menunjukkan Tuberculosis membunuh 1,5 juta orang di dunia. Salah satu penyampaian informasi berbasis peta yaitu Web GIS.Wedarijaksa merupakan salah satu kecamatan di Pati yang memiliki kasus Tuberculosis cukup tinggi. Dilansir pada tahun 2018 terdapat 262 kasus tubercolusis, pada tahun 2019 naik menjadi 294 kasus sedangkan pada tahun 2020 naik menjadi 410 kasus tubercolusis. Selain hal itu dengan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat, hal ini dapat menjadi salah satu faktor penyebab bertambahnya kasus Tuberculosis di kecamatan Wedarijaksa. Dengan pesatnya pertumbuhan penduduk kecamatan wedarijaksa memiliki kepadatan sebesar 2,3% pada tahun 2020. Sistem Informasi Geografis ini dibuat menggunakan perancangan sistem Waterfall yang terdiri dari Requirement, System and software design, Implementation, unit testing, and maintenance. Selain itu digitalisasi peta web GIS persebaran kasus Tuberculosis menggunakan Quantum GIS. Berdasarkan pengujian black box terdapat 17 indikator pengujian, hasil pengujian black box menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan memiliki persentase 100%, sedangkan tingkat kegagalan memiliki presentase 0%, maka sistem sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan pengujian User Acceptance Test bagi 5 responden menghasilkan presentase rata-rata yaitu 98,5% dan pengujian white box mencapai keberhasilan sebesar 100%. Sedangkan untuk hasil implementasi dari data tahun 2018,2019,dan 2020 hanya 2 desa saja yang terdapat autokorelasi spasial positif yaitu desa panggungroyom dan suwaduk dengan potensi high-high dan low?high.Tujuan dari panilitian ini adalah Mengimplementasikan metode Spatial Autocorrelation sistem informasi geografis untuk pemetaan persebaran penyakit Tuberculosis dan kepadatan penduduk yang di harapkan dapat membantu meminimalisir permasalahan persebaran penyakit Tuberculosis dan kepadatan penduduk serta berguna dalam memetakan persebaran penyakit Tubercolusis dan kepadatan penduduk di kecamatan Wedarijaksa. Kata kunci : Tuberculosis, Web GIS, Waterfall, Spatial Autocorrelation, QGIS 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang