Abstract :
Interaksi antara dua material atau benda yang saling bersinggungan secara terus
menerus akan mengakibatkan terjadinya gesekan akibat yang ditimbulkan dari gesekan
yang terjadi bisa bermacam-macam jenisnya, misalnya bunyi berdering, kenaikan suhu
permukaan maupun ausnya permukaan. Berdasarkan latar belakang yang telah
dikemukakan, maka didapat rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini
adalah bagaimana merancang struktur alat uji Tribometer tipe pin-on-disc, merancang
mekanisme rell dari Tribometer pin-on-disc mengetahui keofisien gesek pada sliding
contact fase running-in Dalam penelitian ini, digunakan metode eksperimental yang
bertujuan untuk mendekatkan permasalahan yang diteliti sehingga dapat menjelaskan dan
membahas permasalahan secara tepat. Dengan kata lain, perubahan atau manipulasi
dilakukan terhadap variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada variabel terikat. Metode
eksperimen ini cocok dengan penelitian yang sedang penulis laksanakan yakni Rancang
Bangun Alat Ukur Tribometer Pin on Disc Tipe Slidding Contact. Tribometer adalah
suatu alat yang digunakan untuk mengetahui keausan dan gesekan suatu material diantara
dua permukaan yang berkontak. Tribometer memiliki bentuk desain yang berbeda-beda,
tetapi yang umum digunakan adalah permukaan benda datar atau bulat yang bergerak
berulang-ulang di seluruh muka permukaan material lain. Desain tribometer berbentuk
alas persegi dimana terdapat layar lcd 16x2 sebagai penampil jalannya tribometer, ada
disc (piringan) berfungsi sebagai tempat peletakan material dan pada tempat tersebut
dilengkapi dengan peltier, sensor suhu, sensor loadcell, dan pin. Pada sistem kelistrikan
alat tribometer ini menggunakan komponen-komponen yang berarus DC, sehingga
membutuhkan power suplly sebagai sumber tegangan yang dimana mampu mengubah
tegangan AC ke DC, kemudian ada Sensor Loadcell sebagai alat untuk mendeteksi suatu
tekanan dan berat sebuah beban. Pengujian pertama dilakukan pada beban 0,kg. Terjadi
area kontak pada koordinat 100-570 (lebar kontak area 470 µm),. Dapat dilihat, profil
permukaan makin menurun dan pada putaran ke-11 sudah mendekati kondisi stabil.
Koordinat x (0-100) dan (570-600) tidak mengalami kontak sehingga tidak terjadi
keausan. Sedangkan pada pengujian dengan beban 0,7kg kontak area terjadi pada
koordinat 50-570 (lebar kontak area 520 µm). Pada pengukuran ke-8 sudah mendekati
fase running-in, pada pengukuran ke-12 dan 15 perubahan permukaan perubahan sangat
kecil dan mendekati fase steady state. Area yang tidak mengalami kontak terjadi pada
koordinat K x (0-50) dan (570-600). Desain mekanik alat merupakan rancangan secara
keseluruhan alat dan gambaran secara utuh tentang alat. Rangkaian sensor alat tribometer
berisi tentang rangkaian kelistrikan berupa input dan output. Software yang digunakan
untuk membuat program dalam tribometer adalah arduino dan menggunakan bahasa
pemograman C++ dengan variasi yang telah di sederhanakan dengan bantuan pustaka?pustaka (libraries) Arduino, sehingga lebih mudah dalam belajaar pemogra