DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI 1 BULUSARI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
ERLINDA, APRILIA ARNA
Subject
LB1501 Primary Education 
Datestamp
2024-03-21 03:06:58 
Abstract :
APRILIA ARNA ERLINDA. NPM 18120269. ?? Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Bulusari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak ??. Skripsi Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing I Dr.H. Rahmat Rais,M.Ag. Dosen Pembimbing II Sukamto,S.Pd M.Pd. Kesulitan membaca adalah suatu gejala masalah dalam mempelajari komponen-komponen kata dan kalimat sehingga mengalami kesulitan dalam memproses informasi seperti kemampuan dalam menyampaikan dan menerima informasi. Peneliti telah melakukan studi pendahuluan di SD Negeri 1 Bulusari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak pada kelas 1, terdapat kesulitan membaca pada siswa-siswi yang kurang mengenali huruf serta faktor yang memengaruhi kesulitan membaca. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Guru Kelas dan Siswa kelas 1 SD Negeri 1 Bulusari. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, Angket dan Dokumentasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SD Negeri 1 Bulusari dapat di simpulkan bahwa pemahaman huruf abjad siswa masih kurang tetapi jika huruf abjad menjadi kata, siswa tersebut masih kesulitan. Kemudian berdasarkan hasil wawancara, observasi dan angket yang saya sebar di ketahui bahwa kesulitan membaca siswa di pengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: (1) faktor intelektual yang secara umum kurangnya percaya diri dan daya ingat yang rendah (2) faktor fisiologis yang meliputi neurologis dan jenis kelamin dan Kesehatan fisik (3) faktor psikologis yang meilputi motivasi, minat baca anak, dan kematangan emosi serta penyusuaian diri yang masih kurang (4) faktor lingkungan yang mempengaruhi anak karena kondisi rumah yang tidak nyaman. Saran sebaiknya siswa yang belum lancar membaca harus selalu membiasakan untuk belajar membaca, tidak hanya sekedar membaca, tetapi harus mampu memahami isi bacaan. Sebaiknya guru lebih melatih siswa untuk memahami isi bacaan, dan lebih membiasakan siswa agar gemar membaca serta orang tua di rumah memulai gemar membaca agar siswa terpengaruh untuk gemar membaca juga, sehingga kemampuan membaca siswa meningkat. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang