Abstract :
ABSTRAK
Indonesia berpotensi dalam pengolahan minyak atsiri,Potensi tersebut dapat
dilihat dari peningkatan perdagangan internasional Ekspor komoditi minyak atsiri
Indonesia ke pasaran internasional mengalami peningkatan. Dimana proses
penyulingan tersebut membutuhkan sebuah ketel uap sebagai wadah agar dapat
dipanaskan dengan Ketel yang berdiameter 500 mm dengan tinggi 700 mm
menggunakan bahan stainleessteel. Dengan diameter kondensor 400 mm dan
tinggi 700 mm menggunakan bahan stenlees steel Dalam tabung kondensor akan
di isi air Sebanyak 165 L guna memaksimalkan proses pengembunan uap air
menjadi air dan minyak. Pengujian alat kondensor pada proses penyulingan
dilakukan selama 4 jam dengan bahan Tanaman minyak kayu putih Sebanyak 10
kg air pada ketel uap 30 liter dan air pendingin kondensor 165 liter. pemanasan
ketel uap selama (120 menit) 2 jam untuk mencapai tekanan 2,5 Bar selanjutnya
kran pipa lanjut dibuka agar uap dari hasil perebusan minyak kayu putih menuju
proses pengembunan pada kondensor dan uap akan menjadi air hasil penyulingan,
Pengambilan data selama 30 menit dan tekanan 2,5 Bar dengan hasil air 1,5 liter.
Pada Peneliti ini menggunakan alat ukur thermometer digital pada bak kondensor
dengan air untuk mendinginkan pipa tembaga dan disitulah terjadinya proses
pengembunan. Selanjutnya penelitian ini menggunakan variasi tekanan
2,5;2;1,5;1 Bar selama proses penyulingan. Berdasarkan hasil peneliti
menunjukan Keefektifan air kondensor dengan variasi Tekanan 2,5 Bar 65,6 ºC ,
Tekanan 2 Bar 71,8 ºC, Tekanan 1,5 Bar 74,9 ºC, Tekanan 1 Bar 75,2 ºC .
Kata kunci : Ketel Uap, Kondensor, Tekanan Uap, Air, Temperatur Suhu,
Wakt