DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KONDISI FISIK KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN DAYA TAHAN AEROBIK ATLET SEPATU RODA KLUB IKOS SEMARANG USIA DINI 10 – 12 TAHUN
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Kusuma, Indra Tri
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-03-21 06:30:45 
Abstract :
Indra Tri Kusuma, ?Analisis Kondisi Fisik Kekuatan Otot Tungkai dan Daya Tahan Aerobik atlet sepatu roda Klub IKOS Semarang Usia Dini 10 ? 12 Tahun?. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan,Universitas PGRI Semarang 2022. Latar belakang dari penelitian yaitu olahraga sepaturoda memerlukan kondisi fisik yang baik. Ada beberapa komponen kondisi fisik yang sangat berpengaruh diantaranya kekuatan otot tungkai dan daya tahan aerobik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi fisik kekuatan otot tungkai atlet pesepatu roda Klub IKOS Semarang Usia Dini 10 ? 12 Tahun dan bagaimana kondisi fisik daya tahan aerobik atlet pesepatu roda Klub IKOS Semarang Usia Dini 10 ? 12 Tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kondisi fisik kekuatan otot tungkai atlet sepatu roda Klub IKOS Semarang Usia Dini 10 ? 12 Tahun dan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik daya tahan aerobik atlet sepatu roda Klub IKOS Semarang Usia Dini 10 ? 12. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desktiptif. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet sepatu roda klub IKOS Semarang dengan teknik Purposive Sampling Berdasarkan pertimbangan maka sampel dalam penelitian ini adalah 12 atlet sepatu roda yang berusia 10 sampai 12 tahun. Hasil penelitian ini adalah hasil tes mengenai analisa kondisi fisik atlet sepatu roda KLUB IKOS Semarang Usia Dini 10 -12 Tahun dengan kekuatan otot tungkai masuk dalam kategori cukup dengan jumlah 4 atlet sepatu roda atau sebesar (33.3%) sedangkan daya tahan aerobik masuk dalam kategori baik sekali dengan jumlah 6 atlet sepatu roda atau sebesar (50%). Kesimpulan dan saran dalam penelitian ini adalah kekuatan otot tungkai masuk dalam kategori cukup dengan jumlah 4 atlet sepatu roda atau sebesar (33.3%) sedangkan daya tahan aerobik masuk dalam kategori baik sekali dengan jumlah 6 atlet sepatu roda atau sebesar (50%). Saran dalam penelitian ini adalah 1) Bagi atlet sepatu roda, hendaknya agar terus termotivasi, semangat berlatih dan menjaga kedisiplinan latihan agar kondisi fisik semakin bagus dalam menunjang pertandingan. 2) Bagi pelatih, selalu memberikan kontrol dan porsi latihan kondisi fisik yang cukup agar atlet sepatu roda tidak timpang dan mampu berprestasi disaat pertandingan. 3) Bagi peneliti, diharapkan mampu menjadi refrensi untuk penelitian kedepannya. Kata Kunci: Otot tungkai, Daya tahan aerobik, Sepatu roda 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang