DETAIL DOCUMENT
ANALISIS LEARNING OBSTACLES PADA MATERI SIMETRI LIPAT DAN SIMETRI PUTAR UNTUK KELAS III SEKOLAH DASAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
NURVITA, CANDRA PUTRI KIRANA
Subject
LB1501 Primary Education 
Datestamp
2024-03-22 01:49:35 
Abstract :
Candra Putri Kirana Nurvita. NPM 17120401. ?Analisis Learning obstacle Pada Materi Simetri Lipat dan Simetri Putar Untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. 2022. Penelitian ini dilaksanakan karena didasari adanya kesulitan yang dialami siswa kelas III SD pada materi simetri lipat dan simetri putar. Selain itu, kurangnya siswa dalam memahami konsep dan cara menentukan simetri lipat dan simetri putar. Hal ini dibuktikan pada banyaknya siswa kelas III yang belum memenuhi nilai KKM. Pertanyaan pada penelitian ini yaitu (1) Apa saja jenis learning obstacle yang dialami siswa kelas III SD N Bandengan 2 pada materi simetri lipat dan simetri putar? (2) Apa penyebab terjadinya learning obstacle yang dialami siswa kelas III SD N Bandengan 2 pada materi simetri lipat dan simetri putar? Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis jenis learning obstacle yang dialami siswa kelas III SD pada materi simetri lipat dan simetri putar, dan (2) untuk menganalisis penyebab terjadinya learning obstacle yang dialami siswa kelas III SD pada materi simetri lipat dan simetri putar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah guru kelas III dan 26 siswa kelas III di SD N Bandengan 2 Pekalongan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis learning obstacle yang dialami siswa kelas III SD Bandengan 2 pada materi simetri lipat dan putar yaitu 77% siswa mengalami ontogenical obstacle, 81% siswa mengalami didactical obstacle, dan 100% siswa mengalami epistemological obstacle. (2) Penyebab siswa mengalami ontogenical obstacle karena kurangnya ketertarikan siswa dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya kesiapan dalam menerima pembelajaran baik kesiapan fisik, kesiapan psikis, maupun kesiapan materiil, pembelajaran yang disajikan guru terlalu sulit, dan siswa belum memahami materi prasyarat. Penyebab siswa mengalami didactical obstacle karena kurangnya kesiapan guru dalam proses pembelajaran, dan guru tidak memberikan latihan soal. Penyebab siswa mengalami epistemological obstacle karena guru tidak memberikan soal non rutin dan adanya loncatan pada materi prasyarat. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan: (1) Guru perlu menggunakan metode diskusi pada materi simetri lipat dan simetri putar. (2) Guru perlu lebih rinci dalam mengkaji materi simetri lipat dan simetri putar dan perlu memberikan soal-soal latihan. (3) Guru perlu menggunakan media pembelajaran interaktif pada materi simetri lipat dan simetri putar. (4) Siswa diharapkan untuk selalu siap dalam menerima pembelajaran. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang