DETAIL DOCUMENT
GAYA BAHASA KIASAN DALAM NOVEL “SELENA” KARYA TERELIYE SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
ANWAR, MUHAMMAD
Subject
PN Literature (General) 
Datestamp
2024-03-22 01:55:38 
Abstract :
Muhammad Anwar. NPM 17410025. ?Gaya Bahasa Kiasan dalam Novel ?Selena? Karya Tereliye Sebagai Alternatif Pembelajaran Bahasa Indonesia SMA?. Skripsi. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Drs. Siswanto, P. HM., dan Pembimbing II Zainal Arifin, S. Pd, M. Hum. Juli 2022. Kata Kunci : Gaya Bahasa Kiasan, Novel, Alternatif Pembelajaran. Penelitian ini berjudul Gaya Bahasa Kiasan dalam Novel Selena Karya Tere Liye sebagai Alternatif Pembelajaran Bahasa Indonesia SMA. Pembahasan dalam penelitian ini yaitu mengenai gaya bahasa kiasan yang ada pada novel sebagai alternatif bahan pembelajaran di SMA sehingga proses pembelajaran bisa meningkatkan minat baca siswa mengingat bahwa minat baca siswa kian menurun. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah gaya bahasa kiasan dalam novel ?Selena? karya Tere Liye sebagai alternatif pembelajaran bahasa Indonesia di SMA? Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa kiasan dalam novel ?Selena? karya Tere Liye sebagai alternatif pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didukung dengan data-data gaya bahasa kiasan pada novel ?Selena?, karena hasil penelitian ini dideskripsikan dengan kalimat dan data hasil temuan dalam bentuk tabel frasa atau klausa yang mengandung majas kiasan. Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama yaitu pertama, menggambar serta mengungkap dan kedua, menggambarkan serta menjelaskan. Hasil penelitian ini terdapat 13 gaya bahasa kiasan berdasarkan 20 kategori gaya bahasa kiasan yang ada dalam novel Selena, yaitu: simile, metafora, alegori, personifikasi, eponim, epitet, sinekdoke, antonomasia, hipalase, ironi, sarkasme, satire, dan inuendo. Sedangkan gaya bahasa yang tidak dapat ditemukan yakni parable, fabel, alusi, metonomia, sinisme, antifrasis, dan paranomasia. Saran yang dapat penulis sampaikan bahwa penelitian ini diharapkan mampu menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya berkaitan dengan gaya bahasa kiasan dalam sebuah karya sastra. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang