Abstract :
Petai (Parkia speciosa Hassk.) merupakan tumbuhan hutan yang banyak dijumpai
di Indonesia. Selain buahnya, bagian tanaman petai yang memiliki potensi sebagai
tanaman berkhasiat atau sebagai obat fungsional yaitu kulit petai. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui analisis fitokimia ekstrak kulit petai, analisis
antioksidan, analisis fenol dan antibakteri dengan variasi jenis pelarut. Rancangan
percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu
faktor yaitu jenis pelarut yang digunakan adalah methanol, etil asetat dan n-
heksan. Tahapan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif melalui
dua tahap pengujian eskperimental di laboratorium. Tahap pengujian pertama
yaitu pembuatan ekstrak kulit petai kemudian tahap kedua dilakukan pengujian
meliputi rendemen, analisis fitokimia, total fenol, aktivitas antibakteri dan
aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan
tertinggi berdasarkan % inhibisi yaitu 22,8 pada variasi pelarut etil asetat. Total
fenol terbesar terdapat di ekstrak kulit petai dengan variasi pelarut metanol
sebesar 200,10 mg GAE/ml, dan untuk aktivitas antibakteri yang memiliki daya
hambat yang baik atau kuat hanya terdapat pada pelarut methanol diikuti dengan
rendemen ekstrak kulit petai tertinggi yaitu dengan variasi pelarut metanol yaitu
sebesar 0,76%.
Kata Kunci: Antibakteri, Anitioksidan, Kulit Petai, Variasi Pelarut