DETAIL DOCUMENT
TRADISI NYADRAN SEBAGAI WUJUD PELESTARIAN NILAI GOTONG ROYONG MASYARAKAT DI DESA KEJAWAN KECAMATAN TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Prasetiyo, Feri
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-03-22 02:10:57 
Abstract :
Skripsi yang berjudul ?Tradisi Nyadran Sebagai Wujud Pelestarian Nilai Gotong Royong Masyarakat di Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan? dilatarbelakangi adanya modernisasi yang membuat pergeseran di bidang ilmu, sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan bidang lainnya yang cenderung membuat lemahnya nilai gotong royong yang ada dalam kehidupan masyarakat karena meningkatnya rasa individualisme. Adanya perbedaan terkait pelaksaan tradisi Nyadran di beberapa tempat sehingga memungkinkan adanya keunikan pelaksanaan tradisi Nyadran di setiap daerah. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana prosesi pelaksanaan, penerapan nilai gotong royong, dan hambatan serta solusi dalam tradisi Nyadran di Desa Kejawan, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi Nyadran, penerapan nilai gotong royong dalam tradisi Nyadran, hambatan dan solusi dalam tradisi Nyadran di Desa Kejawan, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kejawan. Fokus penelitiannya adalah tradisi Nyadran sebagai wujud pelestarian nilai gotong royong masyarakat di Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan dengan indikator yaitu prosesi pelaksanaan tradisi Nyadran, penerapan nilai gotong royong dalam tradisi Nyadran, hambatan dan solusi dalam tradisi Nyadran. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik pengumpulan data. Teknik analisis data yang digunakan antara lain: penumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: 1) Tradisi Nyadran di Desa Kejawan dilakukan setiap setahuan sekali dengan tahapan yang dilakukan yaitu pembacaan Al-Quran 30 juz, pembacaan do?a dan yasin,tahlil, ceramah atau tausyiah, dan bersih makam. 2) Pelaksanaan tradisi Nyadran selalu mengedepankan nilai gotong royong yakni saling bahu-membahu bersama-sama secara kekeluargaan dalam mempersiapkan tempat acara tradisi Nyadran, pelaksanaan memasak makanan bersama ? sama, menyiapkan makanan, bersih makam, serta pembiayaan untuk kegiatan tradisi Nyadran. 3) Hambatan dalam kegiatan tradisi Nyadran masih adanya sifat individualisme masyarakat, sehingga partisipasinya masyarakat berkurang yang disebebkan hari pelaksaan tradisi Nyadran yang dilakukan pada hari kerja. Solusi yang dilakukan adalah Kepala Desa dan tokoh Agama mensosialisasikan tentang pentingnya gotong royong agar masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut. Simpulan dalam penelitian ini tradisi Nyadran merupakan salah satu bentuk implementasi pelestarian nilai gotong royong masyarakat di Desa Kejawan. Gotong royong yang dilakukan dalam tradisi Nyadran dapat memudahkan pekerjaan, meningkatkan rasa kekeluargaan, dan terciptanya pelestarian tradisi Nyadran maupun nilai gotong royong secara berkelangsungan. Saran dalam penelitian ini yaitu masyarakat harus berpartisipasi dalam semua kegiatan tradisi Nyadran dan melestarikan tradisi Nyadran. Kata kunci : Tradisi Nyadran, Nilai Gotong Royong 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang