DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENOKOHAN NOVEL DUA GARIS BIRU KARYA LUCIA PRIANDARINI SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN KARYA SASTRA PADA SISWA KELAS XII SMA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
PUTRI, DALILLA DEWAYANTI SEPTA
Subject
PK Indo-Iranian 
Datestamp
2024-03-22 02:13:38 
Abstract :
Dalilla Dewayanti Septa Putri. NPM. 14410016. Analisis Penokohan Novel Dua Garis Biru Karya Lucia Priandarini Sebagai Pembelajaran Karya Sastra Pada Siswa Kelas XII SMA. Skripsi. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Drs. Suyoto, M.Pd. dan Pembimbing II Ahmad Rifai, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya pengajaran astra di sekolah, pengajaran sastra pada dasarnya bertujuan untuk agar peserta didik memiliki rasa peka terhadap karya sastra yang berharga sehingga merasa terdorong dan tertarikutuk membacanya. Dengan membaca karya sastra diharapkan peserta didik memperoleh pengertian yang baik tentang manusia dan kemanusiaan, mengenai tokoh dan penokohan di dalam karya sastra. Khususnya di SMA dipelajari dalam menganalisis novel. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif. Dalam sebuah tulisan ilmiah peneliti diperlukan untuk mengangkat dan mengupas sebuah masalah. Peneliti kemudian dijabarkan dalam sebuah analisis hingga memperoleh kesimpulan sesuai tujuan awal. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan. Teknik pengumpula data dilakukan dengan cara teknik baca, studi dokumentasi pustaka dengan menggunakan sumber-sumber tertulis yang berhubungan dengan karya sastra yang ada kaitannya dengan penelitian ini untuk memperoleh data. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel dua garis biru karya Lucia Priandarini, peneliti menemukan tokoh dan penokohan. Pertama novel dua garis biru karya Lucia Priandarini (a) menceritakan suatu peristiwa remaja melakukan seks pranikah dengan kekasihnya hingga mengakibatkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. (b) novel dua garis biru karya Lucia Priandarini memuat amanat terkhusus para orang tua di kalangan modern ini. (c) sebagai orang tua harus percaya namun mengawasi anak dalam bergaul. (d) pendidikan seks dilakukan secara terbuka seperti yang dikatakan oleh psikolog Gisella Pratiwi, menyarankan orang tua untuk mengawali pendidikan seks usia dini dengan mengenalkan anak terhadap tubuhnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk guru Bahasa Indonesia agar mengetahui mencanangkan literasi sastra karena kegiatan pembelajaran Bahasa dan Sastra tak lepas dari kegiatan membaca. Pentingnya penggunaan karya sastra, novel sebagai bahan ajar. Penggunaan karya seperti pada penelitian ini dapat mendukung upaya pengenalan tentang jenis-jenis karya sastra bagi peserta didik agar mereka merasa bahwa pengajaran sastra adalah pengajaran yang menarik, bukan pengajaran yang berat. Kata kunci: Penokohan, Novel, Pembelajaran, Karya Sastra. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang