DETAIL DOCUMENT
ANALISIS YURIDIS TERHADAP CERAI GUGAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 16 TAHUN 2019 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
DAMAYANTI, ERICA
Subject
K Law (General) 
Datestamp
2024-05-28 04:49:14 
Abstract :
Didalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 disebutkan tujuan perkawinan yaitu membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa. Akan tetapi apabila terjadi konflik dalam kehidupan rumah tangga perceraian menjadi solusi yang terakhir. Konflik dalam kehidupan rumah tangga muncul karena ada faktor mulai dari faktor ekonomi, perselisihan, serta kurangnya tanggung jawab membuat salah satu pihak pergi meninggalkan keluarga. Dalam penelitian ini menggunakan Pendekatan Yuridis Normatif dan Metode Pendekatan Kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berupa putusan Pengadilan Agama dan Putusan Pengadilan Negeri, dan data sekunder yang digunakan berupa buku-buku tentang perceraian dan Jurnal. Faktor perceraian adalah faktor ekonomi dan konflik tempat tinggal. Suami tidak menafkahi keluarga dan hanya peduli pada dirinya sendiri. Penggugat ingin bercerai karena tidak cocok dengan orang tua Tergugat dan meminta untuk pulang ke rumah orang tua Tergugat. Hakim mempertimbangkan bahwa Penggugat tidak berubah pikiran untuk membatalkan perceraian, meskipun telah diajari sebelum putusan. Pemerintah melakukan langkah-langkah seperti pendidikan pra-nikah, konseling pernikahan, perkuatan keluarga, hukum pernikahan, pendidikan seksual, pemberdayaan perempuan, mediasi perceraian, penanganan KDRT, pendekatan agama dan budaya, serta pemantauan dan evaluasi untuk mengurangi angka perceraian. Kata kunci : cerai gugat, perceraian, perselisihan, salah satu pihak meninggalkan pihak lain, dasar pertimbangan hakim 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang