Abstract :
Tantangan utama sumber daya manusia (SDM) dalam era transformasi yaitu
memperlibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar bisa
mencapai kinerja lebih optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh e-
recruitment, seleksi, penempatan kerja terhadap kinerja yang dimediasi oleh work
system. Analisis data menggunakan SMART-PLS versi 3. Metode pengambilan
sampel penelitian ini menggunakan disproportionate stratified random sampling.
Jumlah data responden dalam penelitian ini adalah 100 orang. Hasil penelitian
menunjukan bahwa e-recruitment tidak berpengaruh terhadap work system dengan
nilai P-Value (0.160) dan nilai Path Coefficient (0.168). Seleksi berpengaruh positif
terhadap work system dengan nilai P-Value (0.013) dan nilai Path Coefficient
(0.261). Penempatan kerja berpengaruh positif terhadap work system dengan nilai
P-Value (0.000) dan nilai Path Coefficient (0.457). E-recruitment tidak
berpengaruh terhadap kinerja dengan nilai P-Value (0.228) dan Path Coefficient
(0.086). Seleksi tidak berpengaruh terhadap kinerja dengan nilai P-Value (0.080)
dan Path Coefficient (0.139). Penempatan kerja berpengaruh positif terhadap
kinerja dengan nilai P-Value (0.000) dan Path Coefficient (0.328). Work system
berpengaruh positif terhadap kinerja dengan nilai P-Value (0.000) dan Path
Coefficient (0.473). E-recruitment tidak berpengaruh terhadap kinerja yang
dimediasi oleh work system dengan nilai P-Value (0.080) dan Path Coefficient
(0.080). Seleksi berpengaruh positif terhadap kinerja yang dimediasi oleh work
system dengan nilai P-Value (0.002) dan Path Coefficient (0.123). Penempatan
kerja berpengaruh positif terhadap kinerja yang dimediasi oleh work system dengan
nilai P-Value (0.030) dan Path Coefficient (0.217).
Kata Kunci: E-recruitment, Seleksi, Penempatan Kerja, Kinerja Karyawan,
Work System.