DETAIL DOCUMENT
UPAYA MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN BERGOTONG ROYONG MELALUI METODE PROYEK PADA KELOMPOK B5 TKIT AL MADINAH NOGOSARI BOYOLALI
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
LESTARI, HENI WIJI
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-06-24 07:36:34 
Abstract :
HENI WIJI LESTARI. NPM 21156106. ?Upaya Mengoptimalkan Kemampuan Bergotong Royong Melalui Metode Proyek Pada Kelompok B5 TKIT Al Madinah Nogosari Boyolali?. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang. Universitas PGRI Semarang. 2023. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kemampuan bergotong-royong pada siswa kelas B5 TKIT Al Madinah Nogosari. Hal ini dikarenakan kurangnya ragam kegiatan main berbentuk proyek yang dapat menstimulasi anak dalam menerapkan komponen kemampuan bergotong-royong seperti: kerja sama, komunikasi, koordinasi social, sikap peduli dan mau berbagi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitataif. Penelitian ini dilakukan di kelas B5 TKIT Al Madinah Nogosari, yang siswanyaa berjumlah 16 anak. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam observasi penelitian ini yaitu menggunakan tehnik observasi ,tehnik wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, display data dan terakhir penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Nilai keberhasilan pada kondisi awal pra siklus ada dua anak (12,5%) dengan kategori BB (belum berkembang), delapan anak (50%) dengan kategori MB (mulai berkembang), empat anak (25%) dengan kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan dua anak (12,5%) dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Dan pada siklus I ada nol anak (0%) dengan kategori BB (belum berkembang), dua anak (12,5%) dengan kategori MB (mulai berkembang), delapan anak (50%) dengan kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan enam anak (37,5%) dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Adapun data perolehan siklus 2 ada nol anak (0%) dengan kategori BB (belum berkembang), satu anak (6,25%) dengan kategori MB (mulai berkembang), dua anak (12,5%) dengan kategori BSH (berkembang sesuai harapan) dan 13 anak (81,25%) dengan kategori BSB (berkembang sangat baik). Target ketercapaian nilai keberhasilan pada penelitian ini yaitu sebesar 76% dan pada pelaksanaannya sudah mampu melampaui target tersebut yaitu pada siklus II yang mencapai nilai 80% lebih. Kesimpulannya bahwa model pembelajaran proyek dapat mengoptimalkan kemampuan bergotong-royong siswa. Berdasarkan hasil peneletian ini saran yang dapat disampaikan adalah model pembelajaran proyek dapat digunakan sebagai salah satu alternative bagi guru dalam menyusun pembelajaran yang menstimulasi kemampuan bergotong- royong siswa. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang