Abstract :
Penelitian ini berawal dari temuan yang menunjukkan bahwa tingkat perilaku
cyberloafing pegawai Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah yang
tergolong tinggi. Di tempat kerja, pegawai mengakses internet selama 7-9 jam per
hari, dan sering mereka lakukan di luar kepentingan pekerjaan. Seorang karyawan
digolongkan melakukan cyberloafing ketika mengakses internet di luar keperluan
kerja selama 51 menit sampai 1 jam dalam 1 hari. Penggunaan internet yang
dianjurkan untuk keperluan pekerjaan, namun digunakan untuk keperluan pribadi
ketika jam kerja. Aktivitas cyberloafing akan mengganggu produktivitas pegawai
hingga menurunkan kinerja organisasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk
mengetahui dan meganalisis pengaruh kebosanan kerja, kontrol diri, dan work
environment terhadap perilaku cyberloafing melalui motivasi kerja sebagai variabel
intervening pada pegawai Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah. Sampel
penelitian yakni pegawai dinas yang berjumlah 92 orang yang cenderung
berperilaku cyberloafing, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik
purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Path Coefficients dan uji Specific Indirect
Effect dengan SEM pada program Smart PLS versi 4.
Berdasarkan hasil pengujian dengan taraf signifikansi 5% (0,05),
menunjukkan Kebosanan Kerja, Kontrol Diri, Work Environment, dan Motivasi
Kerja berpengaruh terhadap Perilaku Cyberloafing pegawai, Motivasi Kerja tidak
begitu kuat berperan sebagai variabel intervening, hanya dapat memediasi
hubungan pengaruh antara Work Environment terhadap Perilaku Cyberloafing.
Dibandingkan dengan variabel eksogen lainnya, Work Environment dan Motivasi
Kerja memiliki Pengaruh paling besar terhadap Perilaku Cyberloafing
Kata Kunci : Kebosana Kerja, Kontrol Diri, Work Environment, Motivasi Kerja,
dan Perilaku Cyberloafing.