DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER PESEPAK BOLA YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI DAN DI DATARAN RENDAH KAB. BATANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Firmansah, Dwi Lukman Nur
Subject
QP Physiology 
Datestamp
2024-08-12 02:54:25 
Abstract :
Daya tahan merupakan salah satu elemen pengondisian fisik yang sangat penting dalam sepak bola. Sehingga, daya tahan yang baik diperlukan kardiovasculer yang baik. Namun terdapat perbedaan kondisi geografis dataran tinggi dan dataran rendah menyebabkan perbedaan kualitas kardiovasculer khususnya untuk para atlet sepak bola. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan daya tahan kardiovaskuler pesepak bola yang tinggal di dataran tinggi dan di dataran rendah kabupaten Batang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel pesepak bola yang biasa tinggal di ketinggian 700 mdpl dan di ketinggian 200 mdpl. Teknik pengumpulan data melalui tes observasi menggunakan Multi Stage Fitness Test. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbandingan antara daya tahan kardiovasculer pesepak bola yang tinggal di dataran tinggi dan di dataran rendah. Kelompok atlet dataran tinggi memiliki rata-rata daya tahan kardiovasculer yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok atlet dataran rendah. Adapun saran yaitu untuk mengembangkan program latihan yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan tempat tinggal atlet. Dapat dipertimbangkan peningkatan intensitas latihan kardiovaskuler pada atlet dataran rendah untuk membantu mereka menyesuaikan diri dengan kondisi dataran tinggi. Pendekatan diferensial ini dapat membantu memaksimalkan potensi atlet di kedua kelompok.Menyadari perbedaan rata-rata daya tahan kardiovaskuler antara kelompok atlet dataran tinggi dan rendah, disarankan untuk melakukan pemantauan yang lebih intensif terhadap setiap individu. Hal ini mencakup pemahaman lebih mendalam terkait faktor-faktor individu yang dapat mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler, seperti genetika, pola makan, dan faktor-faktor lingkungan lainnya. Dengan memahami faktor-faktor ini, pelatih dapat merancang program latihan yang lebih personal dan efektif untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskuler setiap atlet secara maksimal. Kata kunci: Daya Tahan, Kardiovasculer, Dataran Tinggi, Dataran Rendah 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang