Abstract :
Sekolah Luar Biasa merupakan sekolah formal yang memberikan wadah bagi anak berkebutuhan khusus dalam mengakses pendidikan dan mengembangkan potensi diri disesuaikan dengan kebutuhan. Karena keterbatasan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus akan berpengaruh terhadap kegiatan akademik apabila beradaptasi pada lingkungan anak-anak pada umumnya, oleh karena itu diperlukan fasilitas khusus untuk mendukung kegiatan akademik tersebut. Anak tunanetra akan membutuhkan penunjuk atau simbol seperti huruf braille dan guilding block, anak tunanetra juga awas terhadap ujung benda yang lancip atau runcing. Sedangkan anak tunadaksa akan membutuhkan ruang yang lebih luas daripada umumnya untuk mobilitasnya serta kebutuhan akses tempat tinggal menggunakan ramp. Berdasarkan rekam ragam disabilitas di Kota Semarang tahun 2021, terdapat sebanyak 1.932 penyandang tunadaksa dan 555 penyandang tunanetra. Sedangkan Sekolah Luar Biasa untuk penyandang tunanetra hanya 3 dan tunadaksa juga hanya 2 di Kota Semarang.
Permasalahan dalam perancangan ini adalah 1) Bagaimana merancang Sekolah Luar Biasa yang dapat diakses oleh penyandang tunantera dan tunadaksa?, 2) Bagaimana merancang ruang belajar yang ideal bagi siswa Sekolah Luar Biasa sehingga dapat dinikmati dengan nyaman?. Tujuan penelitian ini adalah 1) Merancang Sekolah Luar Biasa yang dapat diakses oleh penyandang tunanetra dan tunadaksa, 2) Merancang ruang belajar yang ideal bagi siswa Sekolah Luar Biasa sehingga dapat dinikmati dengan nyaman menggunakan pendekatan arsitektur perilaku dan standar desain universal.
Kata Kunci : Sekolah Luar Biasa, tunanetra, tunadaksa