DETAIL DOCUMENT
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN TEACHING FACTORY DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SALATIGA
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Setyo Cahyani, D.R.
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-09-11 03:28:20 
Abstract :
Dominica Rila Setyo Cahyani. NPM 22510032. Judul ?Peran Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Teaching Factory di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Salatiga? program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang. Pembimbing I Dr Titik Haryati, M.Si, Pembimbing II Dr Rasiman M.Pd Revitalisasi SMK merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di Indonesia. Salah satu program revitalisasi SMK adalah pengembangan model pembelajaran Teaching Factory (Tefa). Tefa merupakan konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri. Namun data BPS provinsi Jawa Tengah tahun 2023, menunjukan bahwa tingkat pengangguran lulusan SMK tahun 2023 di Jawa Tengah masih mencapai angka tertinggi. SMKN 2 Salatiga cukup berhasil melaksanakan Tefa. Keberhasilan pembelajaran Tefa tak lepas dari peran kepemimpinan kepala sekolah. Fokus penelitian ini adalah Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Tefa di SMKN 2 Salatiga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalis peran kepala sekolah sebagai manager, sebagai pengembang kewirausahaan, dan sebagai supervisor dalam pengembangan Tefa di SMKN 2 Salatiga. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus. Sumber data primer: kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa dan DU/DI, dan sumber data sekunder: dokumen yang berkaitan dengan Tefa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan data triangulasi sumber data dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi dan kategorisasi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam pengembangan Tefa telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai dasar dan strategi pengembangan Tefa, namun tidak terdapat evaluasi pengembangan Tefa secara konkrit, yang akan memudahkan dalam pengambilan kebijakan dimasa depan. Selain itu sistem informasi pendidikan SMKN 2 Salatiga melalui website resmi SMKN 2 Salatiga belum diolah secara maksimal. (20)Peran Kepala Sekolah sebagai pengembang kewirausahaan dalam pengembangan Tefa telah sesuai dengan nilai dasar dan strategi pengembangan Tefa yaitu dalam merencanakan dan melaksanakan evaluasi program pengembangan kewirausahaan dalam pengembangan Tefa, namun masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pengembangan program unit produksi. (3)Peran kepala sekolah sebagai supervisor guru dan tenaga kependidikan telah sesuai dengan permendikbud no.15 tahun 2018. Proses supervisi guru di SMKN 2 Salatiga saat ini telah disesuaikan dengan PMM, Pelaksanaan supervisi tenaga kependidikan di SMKN 2 Salatiga berada dibawah koordinator Tata usaha yang memantau dan melaksanakan observasi lapangan secara langsung sesuai tupoksi masing-masing. Kata kunci: Peran Kepala Sekolah, Teaching Factory, Tefa, 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang