DETAIL DOCUMENT
PEREMPUAN DAN KEKERASAN DALAM NOVEL SERIBU MUSIM MERINDUIMU KARYA ISTIQOMAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Zaimatun, Zaimatun
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-09-11 07:36:02 
Abstract :
Zaimatun. 2024. ?Perempuan dan Kekerasan dalam Novel Seribu Musim Merinduimu Karya Istiqomah? . Tesis. Pembimbing I Prof. Dr. Harjito, S.S., M.Hum. dan Pembimbing II Dr. Ika Septiana, M.Pd. Kata kunci: perempuan, kekerasan, novel Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) siapakah tokoh-tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah, 2) bagaimanakah kekerasan yang dialami oleh para tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah, dan 3) bagaimanakah kekerasan yang dilakukan oleh para tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan tokoh- tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah, 2) mendeskripsikan kekerasan yang dialami oleh para tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah, dan 3) mendeskripsikan kekerasan yang dilakukan oleh para tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan intrinsik. Obyek material penelitian ini adalah novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah. Sedangkan obyek formal penelitian ini adalah teori kekerasan Johan Galtung yang terdiri dari kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, kalimat, maupun paragraf yang terkait dengan kekerasan dan perempuan. Adapun sumber data penelitian ini adalah novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah, baik tokoh utama maupun tokoh tambahan mengalami kekerasan dan melakukan kekerasan. Tokoh utama yang mengalami kekerasan adalah tokoh Reysa dan tokoh Merry. Sedangkan tokoh utama perempuan yang melakukan kekerasan adalah tokoh Reysa dan tokoh Merry. Sedangkan tokoh tambahan perempuan yang mengalami kekerasan adalah tokoh Winda dan Niar. Kekerasan yang dialami tokoh utama perempuan adalah dalam bentuk dikatakan bodoh, dicaci, diberi label, diludahi, dan ditatap sinis. Sedangkan tokoh tambahan perempuan mengalami kekerasan dalam bentuk dipaksa dijodohkana, disisihkan, diseret, dikhianati, dan dipaksa makan. Tokoh utama perempuan yang melakukan kekerasan adalah Merry dan Reysa. Sedangkan tokoh tambahan Perempuan yang melakukan kekerasan adalah Winda dan Niar. Kekerasan yang dilakukan tokoh Perempuan dalam novel Seribu Musim Merinduimu karya Istiqomah adalah dalam bentuk marah, berteriak, memukul, mengumpat dan mencacai, memberi label, mengancam, mendelik dan menuding, menatap sinis, meludahi wajah, dan melempar. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang