DETAIL DOCUMENT
SUBALTERN DAN MIMIKRI DALAM NOVEL REPUBLIK JUNGKIR BALIK KARYA SUPARTO BRATA: KAJIAN POSKOLONIAL
Total View This Week0
Institusion
Universitas PGRI Semarang
Author
Susanto, Edi
Subject
PN Literature (General) 
Datestamp
2024-09-23 04:28:38 
Abstract :
Penelitian ini menggunakan objek karya sastra (novel) yang berjudul Republik Jungkir Balik (RJB) karya Suparto Brata. Penelitian tesis ini berjudul ?Subaltern dan Mimikri dalam Novel Republik Jungkir Balik Karya Suparto Brata: Kajian Poskolonial?. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan subaltern dan mimikri dalam novel tersebut. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori poskolonial yaitu aspek subaltern dan mimikri. Analisis subaltern menggunakan teorinya Gayatri Spivak. Subaltern digunakan untuk menyebut subjek yang tertekan, lemah, dan marjinal. Mereka merupakan kaum terjajah yang inferior dan bisu. Dari fenomena subaltern tersebut, Spivak berhasil menunjukkan bahwa dalam kolonialisme tidak hanya terjadi penaklukan fisik, tetapi juga penaklukan pikiran, jiwa, dan budaya. Lalu, analisis mimikri menggunakan teorinya Bhaba. Menurut Bhaba, mimikri merupakan wacana yang ambivalen, yang di satu pihak membangun identitas atau persamaan, tetapi di lain pihak juga mempertahankan perbedaan. Latar belakang kultural yang demikianlah yang membuat masyarakat Indonesia dengan cepat melakukan peniruan terhadap segala cara hidup dan cara berpikir kelompok sosial baru yang lebih superior, yaitu penjajah Belanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, yakni menggambarkan atau melukiskan segala sesuatu secara apa adanya. Subaltern dalam novel RJB karya Suparto Brata berbentuk inferior, stereotipe, dan krisis identitas. Dari ketiga subaltern tersebut, inferioritas tokoh menjadi subaltern yang paling dominan dalam novel. Inferioritas tersebut meliputi elemen pengungsi, kaum miskin, tidak berpendidikan, dan perempuan. Hal itu karena inferioritas para tokoh dalam novel RJB menjadi bentuk subaltern yang paling banyak muncul dalam cerita. Lalu, dari analisis mimikri dalam novel RJB, dapat disimpulkan bahwa peniruan gaya hidup menjadi mimikri yang paling dominan. Hal itu karena elemen-elemen peniruan gaya hidup muncul paling banyak. Elemen-elemen tersebut meliputi cara berpakaian, pendidikan, status sosial, pekerjaan, makanan, mata uang, dan tradisi membaca. Selain mimikri, dalam novel ini juga terdapat peniruan oleh tokoh pribumi yang mengandung ejekan atau momokri. Momokri dalam novel ini berupa peniruan yang mengandung ejekan kepada penjajah dan ejeken kepada antek penjajah. Kata Kunci: mimikri, novel, poskolonial, Republik Jungkir Balik, subaltern. 
Institution Info

Universitas PGRI Semarang